Subscribe Us

Bersama Motivator Nasional PGSD UMM Wujudukan Mahasiswa Sebagai Guru SD Inovatif-Inspiratif


Foto bersama antara unsur dosen PGSD UMM, nara sumber kuliah perdana serta
mahasiswa  PGSD UMM sebagai peserta kuliah perdana.



MALANG– Momentum hari pahlawan (10/11) 2025 bertempat di aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) FKIP UMM menggelar kuliah perdana tematik Motivasi sebagai Kunci Sukses : Menyambut Perjalanan menjadi Guru SD yang Menggerakkan Siswa. Kegiatan ini diikuti seluruh mahasiswa PGSD angkatan 2025.

Dalam materinya berjudul Growth Mindset: Burnout vs Atomic Habits, Dr. Kuncahyono, M.Pd, sebagai motivator sekaligus nara sumber membuka paparan melalui kutipan A Good Beginning is a Half Done bahwa ketika kita memulai sesuatu dengan baik itu artinya kita sudah menyelesaikan setengah perjalanan.

Menurut Kuncahyono growth mindset merupakan keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui usaha, latihan, dan proses belajar. Konsep yang diperkenalkan oleh Carol Dweck ini ditekankan sebagai fondasi penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perjalanan akademik.

Suasana kuliah perdana tematik Motivasi sebagai Kunci Sukses :
 Menyambut Perjalanan menjadi Guru SD
 yang Menggerakkan Siswa
.


Kuncahyono mengajak mahasiswa membedakan antara growth mindset dan fixed mindset. Dalam hal ini mahasiswa diajak memahami bahwa individu dengan fixed mindset cenderung lebih mudah mengalami burnout karena melihat kegagalan sebagai bukti kekurangan diri, bukan sebagai peluang belajar. Data menunjukkan sekitar 80 persen individu dengan fixed mindset mengalami tingkat kelelahan akademik lebih tinggi, terutama karena tekanan untuk selalu tampil sempurna dan enggan meminta bantuan.

Sedangkan burnout dalam dunia akademik dijelaskan Kuncahyono terkait gejala, penyebab, serta dampaknya terhadap proses belajar mahasiswa. Oleh sebab itu perlunya mahasiswa mengenali batas diri, mengelola stres, dan membangun pola pikir positif agar dapat mempertahankan kesehatan mental dan motivasi belajar.

Closing materi Kuncahyono menjelaskan konsep Atomic Habits James Clear. Mahasiswa diperkenalkan prinsip perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sebagai langkah efektif menciptakan transformasi besar dalam kehidupan. Mahasiswa sejak awal harus menghentikan kebiasaan buruk, membangun kebiasaan baru yang produktif, serta menjaga keberlanjutan melalui disiplin dan komitmen. Nah,  motivator terbaik Atomic Habits adalah diri sendiri.

Penyerahan cinderamata kepada nara sumber.


Pemateri berikutnya Dr. Duhwi Indartiningsih, M.Pd, menyampaikan materi berjudul Guru Inspiratif. Sebelum pembahasan materi peserta terlebih dulu ice breaking agar semangat mengikuti kuliah perdana. Ada empat model kompetensi guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik, merancang dan melaksanakan pembelajaran, serta melakukan evaluasi secara tepat. Kompetensi kepribadian ditekankan sebagai fondasi moral dan karakter yang mencerminkan keteladanan dan integritas seorang pendidik.

Berikutnya, kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan kurikulum dan materi pelajaran secara luas dan mendalam, termasuk pemahaman terhadap karakteristik peserta didik di berbagai jenjang. Kompetensi ini mengarah pada ciri-ciri Guru Inspiratif yang meliputi pembelajar aktif, kreatif, disiplin, dan memiliki totalitas dalam menjalankan tugas. Sedangkan kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan guru berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan berbagai pihak.

Kompetensi ini menjadi modal guru inspiratif berperan sebagai pendorong perubahan, penggerak lingkungan belajar, serta pribadi yang ikhlas dan mampu menjadi teladan. Karakter lain yang ditekankan meliputi kemampuan memotivasi, memberikan pengaruh positif, serta membangun hubungan yang penuh kepedulian, berbagi, dan saling percaya. Selain itu dari sudut pandang siswa, guru inspiratif digambarkan sebagai sosok yang dirindukan, penyayang, peka-empatik, mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, dan menghadirkan banyak kejutan positif. Guru inspiratif tidak hanya mengajar, sekaligus menumbuhkan semangat serta rasa percaya diri peserta didik.

Penyerahan cinderamata kepada nara sumber.


Saat closing materi, Duhwi Indartiningsih berpesan agar para peserta terus berproses, memperkaya pengalaman, dan meraih kesuksesan sebagai guru yang baik dan dicintai. Be good Teacher, Be a beloved Teacher guru yang baik adalah guru yang dicintai. Bahwa menjadi guru inspiratif merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan dan komitmen.

Sekedar diketahui saat opening kegiatan mahasiswa PGSD UMM menampilkan tari kreasi tanda calon guru SD harus multitasking. Dilanjutkan sambutan Kaprodi PGSD UMM, Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd. Selama kegiatan berlangsung peserta antusias dan interaktif. (red/eaf/don)

Posting Komentar

0 Komentar