Subscribe Us

Frontliner Class SMK Mutu Gondanglegi Hadirkan Praktisi, Siapkan Siswa Berkarir di Perbankan

 

Penyampaian materi oleh nara sumber dari praktisi perbankan.


MALANG – Program Keahlian Layanan Perbankan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi- Malang (SMK Mutu) mengelar pembelajaran berbasis industri melalui program Frontliner Class. Apa itu? Kaprodi Manajemen Perkantoran dan Layanan Perbankan SMK Mutu, Silvia Rachman, M.Pd, menjelaskan  Frontliner Class adalah kelas penguatan kompetensi pelayanan bagi calon tenaga perbankan.

Menariknya, Silvia Rachman  mengungkapkan frontliner class (18/11) 2025 di Laboratorium Perbankan, Samsung Building lantai 4 kemarin menghadirkan dua praktisi perbankan. Yakni Service Quality Officer Bank Mandiri Area Malang, Yussy Witdhayanti, dan Branch Manager Bank Mandiri KCP Gondanglegi, Roro Ludia Karmila. Keduanya menyampaikan pengetahuan dan pengalaman dunia kerja, khususnya terkait standar profesional dalam layanan perbankan.

Praktisi mendampingi siswa SMK Mutu ketika praktikum posisi frontliner bank. 


Silvia mengungkapkan frontliner class di-ikuti sekitar 40 siswa, terdiri dari XII Perbankan yang sedang dipersiapkan untuk Uji Kompetensi Keahlian, kelas XI Perbankan yang bersiap untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta beberapa siswa kelas X Perbankan yang akan mengikuti kompetisi perbankan tingkat regional maupun nasional. Kehadiran para peserta menjadikan suasana kelas semakin hidup, karena mereka memiliki motivasi kuat untuk memperdalam kemampuan dan mempersiapkan diri memasuki dunia industri perbankan.

Menurut Silvia Rachman, Frontliner Class bertujuan memberikan penguatan keterampilan layanan frontliner, sehingga siswa mampu bersaing dan siap kerja sebagai Teller maupun Customer Service. Harapnnya melalui frontliner  class ini bisa menjembatani kesenjangan kompetensi antara dunia pendidikan dan dunia industri, serta memperkuat sinergi dengan perbankan nasional dalam mencetak lulusan unggul dan profesional.

Foto bersama peserta frontliner class dengan pemateri dan kaprodi.


Di tempat sama, Service Quality Officer Bank Mandiri Area Malang, Yussy Witdhayanti, menyampaikan materi tentang Service Excellence, yang sangat relevan dengan kompetensi yang harus dimiliki calon frontliner seperti Customer Service (CS) dan Teller. Bahwa seorang CS tidak hanya bertugas menyelesaikan transaksi, tetapi juga berperan sebagai ujung tombak pelayanan yang bertanggung jawab menciptakan pengalaman positif dan ‘wow’ bagi nasabah.

Lebih rinci, Yussy Witdhayanti menjelaskan standar pelayanan prima mencakup tiga komponen penting, yaitu sikap, penampilan, dan skill. Sikap mencerminkan karakter dan profesionalitas, seperti keramahan, kesabaran, empati, serta kemampuan menjaga emosi saat menghadapi situasi sulit. Penampilan yang rapi dan sesuai standar perbankan menjadi identitas profesional seorang frontliner.

Sementara itu, skill meliputi penguasaan produk bank, kemampuan bekerja cepat namun teliti, serta kecakapan berkomunikasi dalam berbagai situasi. Selain itu, juga menambahkan materi mengenai teknik handling complaint, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia perbankan.

Antusiasme peserta frontliner class ketika mendengarkan
materi dari praktisi perbankan.


Salah satunya melalui metode LAST, yaitu Listening, mendengarkan keluhan nasabah dengan penuh perhatian. Apologize and Empathy, meminta maaf sekaligus menunjukkan empati. Solve the Problem, memberikan solusi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Thanks to Customer, mengucapkan terima kasih karena keluhan tersebut membantu meningkatkan kualitas layanan.

Sekedar diketahui, para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan simulasi yang diberikan pemateri. Terlebih lagi, siswa Duta Perbankan sangat bersemangat karena materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan persiapan mereka mengikuti kompetisi perbankan. Melalui latihan simulasi layanan, mereka berkesempatan mempraktikkan bagaimana bersikap profesional saat menghadapi nasabah. (humas/sr/don)

Posting Komentar

0 Komentar