![]() |
| Delegasi Smamuda Sumberpucung bersama delegasi lain ketika HARKAMTIBMAS. |
MALANG – Dalam rangka Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (HARKAMTIMBMAS), SMA Muhammadiyah 2 Sumberpucung dikenal Smamuda mengirimkan delegasi untuk membahas sejumlah materi tentang Optimalisasi peran OSIS dalam HARKAMTIMBMAS menuju Indonesia Emas 2045 (29/1) 2026.
Kehadiran delegasi Smamuda Sumberpucung ini, dijelaskan Kepala Smamuda Sumberpucung ustadz Unjang Tajul Aripin, S.HI, M.PdI, bertujuan pembinaan karakter, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan bagi peserta didik. Hal ini sesuai dengan 5 Pilar Organisasi OSIS. Yakni Kepemimpinan, Disiplin dan tanggung jawab, Pembinaan karakter, Penghubung antara siswa, pembina, dan pihak sekolah, serta Penggerak kegiatan.
OSIS diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan karakter serta penggerak kegiatan positif di sekolah. Itu sebabnya penguatan Peran OSIS dalam HARKAMTIBMAS diharapkan menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif, serta mampu menjadi jembatan komunikasi antara siswa, guru, dan pihak sekolah.
![]() |
| Delegasi Smamuda Sumberpucung saat HARKAMTIBMAS Kabupaten Malang. |
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si, mengatakan Sekda menyampaikan pentingnya peran pelajar, khususnya OSIS, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (HARKAMTIBMAS). Pelajar diharapkan menjadi contoh dalam bersikap, berperilaku, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang berkembang di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Begitu juga pesan Kasi SMA Kabupaten Malang Hakso Gatut Prambono, membahas kondisi pendidikan saat ini, termasuk tantangan yang dihadapi pelajar seperti pengaruh pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta penyimpangan perilaku. Pelajar diingatkan untuk menjauhi narkoba dan lingkungan negatif karena dapat merusak masa depan.
Hal ini diperkuat dengan arahan Kasi Madrasah Kabupaten Malang Yuli Nur Rahmawati, menekankan pentingnya penguatan nilai moral, akhlak, dan toleransi di kalangan pelajar. Disampaikan pula bahwa sikap saling menghormati antara murid dan guru harus terus dijaga, mengingat maraknya isu murid yang melawan guru. Pelajar diimbau untuk menjunjung tinggi adab, etika, dan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. (humas/don)



0 Komentar