![]() |
| Tampak mahasiswi KKNT 38 Unida Gontor bersama petani, melakukan hasil jagung yang telah diproses melalui mesin selep jagung. |
NGAWI– Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian Masyarakat, sejumlah mahasiswi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) ke-38 di Desa Krandegan, Kabupaten Ngawi, Jatim. Pelaksanaan KKNT ini dijelaskan Ketua Kelompok 19 KKNT 38 Unida Gontor Ana Dwi Marlia (21/2/2026).
Menurut Ana, KKNT 38 Unida Gontor ini selain dirinya juga beranggotakan mahasiswi lain atas nama Najwa Safira Ghassani, Talia Az Zuhroh, Azkia Zulpa, Mutia Ramadhani, Safira Enggar, Sella Gemeli, Saniyyah Soleh, Dewi Ratih, dan Bella Putri Rahma. Saat melaksanakan program kerja di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ustadzah Dzatu Alivatin Niha, M.Ag. Salah satu program kerjanya adalah terlibat langsung dalam proses penyelepan jagung bersama warga Desa Krandegan. Salah satunya proses penyelepan jagung di lahan milik Bapak Tri Pudjiharto yang merupakan Kepala Dusun di Desa Krandegan.
![]() |
| Tampak mahasiswi KKNT 38 Unida Gontor bersama petani, panen jagung lalu diproses ke mesin selep jagung. |
Ana mengungkapkan kegiatan selep jagung bersama masyarakat Desa Krandegan ini menjadi salah satu kegiatan untuk memberdayakan masyarakat di bidang pertanian. Dipilihnya program kerja proses selep jagung disebabkan mayoritas penduduk Krandegan berprofesi sebagai petani, menjadikan jagung sebagai salah satu komoditas utama.
Nah, lanjut Ana, pada musim panen proses selep jagung menjadi salah satu tahapan penting. Pelaksanaan selep jagung dilakukan dengan menggunakan mesin selep. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan gotong royong. Mahasiswi dan warga bekerja sama mulai dari memasukan jagung ke dalam mesin, memisahkan hasil selep, hingga mengemasnya ke dalam karung. Hasil selep kemudian ditata dengan rapih sebelum didistribusikan.
![]() |
| Mahasiswi KKNT 38 Unida Gontor foto bersama petani jagung Krandegan. |
Selain membantu proses pengolahan hasil panen, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswi dengan masyarakat Desa Krandegan. Interaksi yang terjalin menunjukan nilai kebersamaan dan juga kepedulian sosial sebagaimana bukti pengabdian mahasiswi untuk masyarakat. Hal ini diasaskan dengan salah satu Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor yakni Ukhuwah Islamiyah.
“Kelompok 19 KKNT 38 Unida Gontor ini, juga melibatkan warga setempat. Untuk alat yang dibutuhkan adalah mesin selep jagung, terpal, karung dan juga ember untuk memasukan jagung ke dalam karung,” ujar Ana.
![]() |
| Tampak mesin dari depan yang digunakan untuk selep jagung oleh petani dan mahasiswi KKNT38 Unida Gontor. |
Melalui kegiatan ini, mahasiswi KKNT 38 Unida Gontor berharap dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat Desa Krandegan, khususnya dalam mendukung pertanian sebagai salah satu tulang punggung perekonomian desa. Pengabdian diharapkan tidak hanya dapat memberikan manfaat secara praktis, tetapi juga meninggalkan kesan yang positif dan juga kenangan terjalinnya sebuah kebersamaan yang bermakna. (penulis: talia az zuhroh/*)





0 Komentar