Subscribe Us

Pelatihan Menulis Teks Biografi di SMAN 1 Kota Malang Hasilkan Buku Ber-ISBN

Buku biografi tokoh Di Antara Pagi dan Keteladanan: Jejak Kepemimpinan Basuki Agus Priyana Putra dalam Pandangan Warga SMA Negeri 1 Kota Malang, merupakan luaran hasil pelatihan menulis teks biografi secara kritis dan logis yang diselenggarakan Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Kota Malang.


MALANG – Menarik program pengabdian masyarakat yang dilakukan tim dosen FKIP Universitas Muhammadiyah  Malang (UMM) di SMA Negeri 1 Kota Malang. Hal ini dijelaskan Koordinator PKM dosen FKIP UMM, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si, sekaligus dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Program PKM tersebut pelatihan menulis teks biografi secara logis dan kreatif siswa SMA Negeri 1 Kota Malang.

Bahkan resmi membuahkan hasil nyata berupa terbitnya sebuah buku biografi ber-ISBN (978-634-256-065-5) berjudul Di Antara Pagi dan Keteladanan: Jejak Kepemimpinan Basuki Agus Priyana Putra dalam Pandangan Warga SMA Negeri 1 Kota Malang. Buku ini menjadi luaran utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat tim dosen UMM.

Saat melaksanakan program pengabdian masyarakat, Daroe Iswatiningsih menjelaskan tim dosen UMM selain dirinya juga ada Dr. Erna Yayuk, M.Pd., dosen Pendidikan Profesi Guru FKIP UMM. Kegiatan pengabdian ini kolaborasi antara dunia perguruan tinggi dan sekolah menengah untuk memperkuat budaya literasi, khususnya literasi menulis teks biografi, di lingkungan sekolah. Pelatihan dilaksanakan Senin, 16 September 2025, di Aula Mitreka Baca SMA Negeri 1 Kota Malang, pukul 13.00 s/d 15.30 WIB, pesertanya murid kelas X, XI, dan XII, melibatkan guru, tenaga kependidikan, dan petugas keamanan sekolah sebagai penulis.

Daroe Iswatiningsih mengatakan saat pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, termasuk Kepala SMA Negeri 1 Kota Malang, Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd, yang turut membuka acara dan memberikan pengarahan kepada seluruh peserta.

Narasumber dan pimpinan sekolah berfoto bersama dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Literasi Menulis Teks Biografi secara Logis dan Kreatif di Aula Mitreka Baca SMA Negeri 1 Kota Malang, Selasa (16/9/2025). Dari kiri ke kanan: Dr. Erna Yayuk, M.Pd., Dr. Daroe Iswatiningsih (Koordinator), M.Si., Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd., danMoh. Syaiful Hafid, S.Pd., M.H., G.r.


Berbeda dengan pelatihan menulis pada umumnya, kegiatan ini dirancang tidak hanya berorientasi pada proses penulisan, tetapi juga diarahkan secara sistematis untuk menghasilkan luaran konkret berupa buku biografi. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pelatihan, pendampingan, penulisan, penyuntingan, hingga penerbitan, dirancang sebagai satu kesatuan proses literasi yang berkelanjutan.

Daroe Iswatiningsih menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan teknik menulis, tetapi juga membangun kesadaran literasi dan kemampuan berpikir reflektif peserta. “Kami ingin menegaskan bahwa menulis biografi bukan hanya soal menyusun data kehidupan tokoh, tetapi bagaimana peserta mampu menyajikan kisah hidup secara runtut, logis, dan tetap bernilai naratif. Dari proses ini, murid dan warga sekolah belajar membaca keteladanan sekaligus mengasah kemampuan literasinya,” ujar Daroe.

Pelatihan ini diikuti 78 peserta, terdiri 27 murid dan 51 guru, tenaga kependidikan, serta petugas keamanan sekolah. Seluruh peserta diberi ruang yang setara untuk terlibat sebagai penulis, sehingga buku yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan pandangan kolektif warga sekolah terhadap sosok kepala sekolah mereka.

Dalam sesi pelatihan, kata Daroe Iswatiningsih peserta memperoleh materi konsep dasar teks biografi, tujuan dan fungsi biografi, struktur penulisan, kaidah kebahasaan, serta strategi menyusun narasi biografi secara logis dan kreatif. Materi disampaikan secara interaktif melalui ceramah singkat, diskusi, dan praktik langsung.

Dr. Daroe Iswatiningsih menegaskan kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian literasi yang dapat direplikasi di sekolah lain. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu buku, tetapi menjadi pemantik bagi sekolah untuk terus mengembangkan program literasi yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Terbitnya buku biografi ber-ISBN ini, SMA Negeri 1 Kota Malang sekaligus menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif mengembangkan budaya literasi dan dokumentasi sejarah institusional.

Peserta pelatihan dari SMA Negeri 1 Kota Malang tampak aktif mencoba menulis premis teks biografi secara langsung dalam sesi praktik, dengan pendampingan narasumber pada kegiatan Pelatihan Pengembangan Literasi Menulis Teks Biografi secara Logis dan Kreatif di Aula Mitreka Baca, Selasa (16/9/2025).


Program pengabdian ini pun menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menghasilkan karya literasi yang berdampak, relevan, dan memiliki nilai dokumentasi jangka panjang bagi dunia pendidikan.

Sementara itu, anggota tim sekaligus pemateri Dr. Erna Yayuk, M.Pd, menekankan pentingnya penggalian ide dan pengorganisasian gagasan dalam menulis biografi. “Peserta kami dampingi untuk menemukan sudut pandang penulisan, memilih peristiwa penting, dan menyusunnya menjadi cerita yang utuh. Biografi tidak harus kaku, tetapi tetap harus akurat dan komunikatif,” jelas Erna.

Erna Yayuk lantas menjelaskan pada sesi praktik, peserta diminta langsung menyusun premis biografi, menentukan judul sementara, serta merancang pokok-pokok pikiran tulisan. Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung menerapkannya dalam konteks penulisan nyata.

Setelah pelatihan tatap muka selesai, peserta diberi waktu selama dua minggu untuk menyelesaikan tulisan biografi. Penulisan dilakukan secara mandiri dengan tetap mendapatkan pendampingan daring dari tim pengabdian. Metode pengumpulan karya dilakukan melalui tautan digital yang telah disediakan, sehingga memudahkan koordinasi dan dokumentasi naskah.

Seluruh peserta sepakat menjadikan Bapak Basuki Agus Putra Priyana sebagai tokoh biografi yang ditulis. Kesepakatan ini bertujuan untuk menghasilkan satu buku biografi tematik yang utuh, namun kaya perspektif, karena ditulis dari sudut pandang warga sekolah dengan latar belakang peran yang berbeda-beda. Di sisi lain, buku biografi ini nantinya akan dipersembahkan kepada Bapak Basuki yang akan memasuki masa purna bakti pada bulan Maret 2026 nanti.

Sekedar diketahui, tambah Erna Yayuk, dalam kurun waktu yang ditentukan, puluhan naskah biografi berhasil dikumpulkan, dengan variasi gaya penulisan dan sudut pandang yang beragam. Tim pengabdian kemudian melakukan pembacaan, pencermatan, dan kurasi naskah berdasarkan kesesuaian tema, struktur tulisan, pengembangan isi, serta ketepatan bahasa.

Naskah yang dinilai masih perlu pengembangan dikembalikan kepada penulis untuk direvisi. Proses ini menjadi bagian penting dalam penulisan, karena peserta diajak memahami pentingnya revisi dan penyuntingan dalam dunia kepenulisan.

Setelah seluruh naskah dinyatakan layak, tim pengabdian melakukan penyuntingan akhir, meliputi penyelarasan gaya bahasa, konsistensi istilah, serta perbaikan teknis penulisan. Naskah kemudian diserahkan kepada penerbit untuk proses tata letak (layout) dan desain buku.

Tahap berikutnya adalah pencermatan dummy buku yang telah dilayout. Tim memastikan bahwa isi, struktur, dan tampilan buku telah sesuai dengan standar penerbitan. Setelah melalui tahap finalisasi, buku tersebut diajukan untuk memperoleh ISBN dan kemudian dicetak secara resmi.

Terbitnya buku “Di Antara Pagi dan Keteladanan” menjadi bukti bahwa kegiatan literasi di sekolah dapat menghasilkan karya yang bernilai dokumentatif dan edukatif. Buku ini tidak hanya menjadi catatan kepemimpinan seorang kepala sekolah, tetapi juga menjadi arsip kolektif yang merekam pengalaman, kesan, dan refleksi warga SMA Negeri 1 Kota Malang.

Tim pengabdian UMM menilai bahwa keberhasilan penerbitan buku ber-ISBN ini menunjukkan pentingnya merancang program pengabdian yang berorientasi pada dampak jangka panjang. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan menulis, tetapi juga pengalaman nyata dalam proses kepenulisan hingga penerbitan.

Kepala SMA Negeri 1 Kota Malang, Dr. Basuki Agus Putra Priyana, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas terwujudnya buku tersebut. “Saya tidak menyangka proses pelatihan ini bisa menghasilkan buku yang begitu lengkap dan bermakna. Ini bukan hanya tentang saya sebagai tokoh, tetapi tentang bagaimana warga sekolah belajar menulis, merefleksikan nilai, dan membangun budaya literasi bersama. Saya berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi literasi di sekolah,” ungkap Basuki. (tim pkm dosen umm/don)

Posting Komentar

0 Komentar