Subscribe Us

Refleksi Budaya Sekolah Alam Hamalatul Qur’an Amanah

Pameran siswa bersama para bunda.

MALANG- Refleksi Budaya Sekolah Alam Hamalatul Qur’an Amanah populer disebut SAHAMQA, (31/1) 2026 antusias di-ikuti para undangan dan peserta acara bertajuk Gebyar Value Sekolah Alam Hamalatul Qur’an Amanah (SAHAMQA). Menurut Kepala Sekolah Alam Hamalatul Qur’an Amanah, Ustadzah Ana Fitrotun Nisak, S.Pi, gebyar value SAHAMQA merupakan kegiatan tahunan yang menjadi momen refleksi budaya sekolah sekaligus panggung aktualisasi nilai bagi para siswa.

Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini dirancang sebagai perwujudan nyata pendidikan karakter berbasis Qur’anic, Leadership, dan Entrepreneurship yang telah dibiasakan dalam keseharian belajar anak.

Kepala SAHAMQA Bersama para guru dalam acara Gebyar Value SAHAMQA.


Tahun ini, kata Ustadzah Ana gebyar value SAHAMQA mengangkat tema “Quranic Heritage: Wisdom from the Past, Vision for the Future,” mengajak seluruh peserta meneladani peradaban Islam dan jejak para sahabat Nabi Shalallallahu Alihi Wassallam sebagai inspirasi membangun generasi masa depan yang berakhlak, mandiri, dan kreatif.

Itu sebabnya panggung nilai bukan sekadar penampilan, sebab Gebyar Value bukanlah ajang unjuk bakat biasa. Setiap tampilan dirancang sebagai bentuk penerapan nilai Al-Qur’an dalam aksi nyata. Anak-anak menampilkan hafalan, drama ibroh sahabat Nabi, orasi cilik, nasyid, hingga presentasi karya  semuanya dibingkai dengan pesan akhlak, ibadah, tanggung jawab, dan kejujuran. Adanya tampilan ekskul siswa seperti karate, English club pembuatan Yoghurt dari sains club.

Melalui panggung ini, tandas Ustadzah Ana siswa belajar bahwa nilai Qur’ani tidak berhenti di hafalan, tetapi hidup dalam perilaku dan karya.

Tampak para orang tua santri, tamu undangan, antusias menyaksikan tampilan siswa SAHAMQA.


“Gebyar Value bukan satu-satunya penentu keberhasilan budaya sekolah. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika nilai Qur’anic, Leadership, dan Entrepreneurship sudah menjadi kebiasaan dan karakter anak dalam aktivitas harian — terbiasa bangun shubuh, berkata baik, sopan santun, mandiri, dan percaya diri,” ujar Ustadzah Ana.

Pesan Ustadzah Ana tersebut meneguhkan bahwa acara ini adalah cerminan proses panjang pembiasaan, bukan tujuan akhir pendidikan. Bahkan ada hal menarik saat gebyar value tahun ini adalah keterlibatan langsung siswa dalam kepanitiaan acara. Meski masih jenjang SD, siswa kelas 1 sampai kelas 5 sudah dilibatkan dalam berbagai peran penting.

Mereka bertugas sebagai MC cilik, tim penyambut tamu, pengarah tempat duduk, penjaga stand bazar, dirijen tampilan, tim kebersihan, dan tim perlengkapan. Keterlibatan siswa dalam acara bukan formalitas, melainkan bagian dari kurikulum karakter. Anak belajar memimpin, melayani, bertanggung jawab, dan bekerja dalam tim  pengalaman yang jarang diberikan di usia sekolah dasar, namun justru menjadi budaya di SAHAMQA.

Jajaran Pengurus Yayasan dan Tamu Undangan.


Kurikulum karakter di SAHAMQA terlihat dalam semangat kewirausahaan melalui stand bazar dan pameran karya siswa. Produk yang ditampilkan merupakan hasil proses belajar selama satu semester  mulai dari karya kriya, proyek alam, hingga produk sederhana bernilai jual.

Anak tidak hanya belajar membuat, tetapi juga mempresentasikan dan menawarkan  melatih komunikasi, keberanian, dan kejujuran dalam transaksi. Nilai entrepreneurship dihadirkan bukan sekadar berdagang, tetapi berdagang dengan adab dan amanah.

Ditegaskan Ustadzah Ana, Gebyar Value tahun ini semakin bermakna dengan adanya penampilan kolaborasi siswa Disabilitas Al Falah Gadang bersama Anak Alam HAMQA. Kolaborasi ini menghadirkan pesan kuat tentang inklusivitas, empati, dan persaudaraan.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyaluran santunan oleh UPZ YAHAMQA, menanamkan nilai berbagi dan kepedulian sosial sebagai bagian dari karakter Qur’ani.

Ustadzah Ana juga mengapresiasi peran serta dukungan orang tua atas keberhasilan acara. Kontribusi mereka hadir dalam berbagai bentuk tenaga, pembiayaan, material, hingga dukungan moral. Kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga menjadi fondasi kuat terlaksananya kegiatan dengan lancar, tertib, dan tepat waktu. Semangat gotong royong ini mencerminkan bahwa pendidikan karakter tidak berdiri sendiri di sekolah, tetapi diperkuat dari rumah.

Pemberian satuan dari UPZ YAHAMQA kepada disabilitas.


Sebagai closingnya, Ustadzah Ana mengungkapkan pengunjung diajak menelusuri pameran karya siswa — dokumentasi hasil belajar selama satu semester. Dari proyek alam, jurnal tadabbur, karya kreatif, hingga inovasi sederhana. Semuanya menunjukkan bahwa proses pembelajaran berbasis nilai telah berjalan nyata. Pameran ini menjadi bukti bahwa ketika iman ditanam, ilmu diarahkan, dan aksi dibiasakan, maka kreasi akan tumbuh dengan sendirinya.

Gebyar Value SAHAMQA menegaskan satu pesan penting bahwa pendidikan nilai tidak cukup diajarkan  ia harus dilatihkan, dibiasakan, dan ditampilkan. Dari Qur’an ke aksi. Dari iman ke kreasi. Dari sekolah ke peradaban.

Di tempat sama, Muchamad Sahroni, S.Pt wali santri ananda Sulthan kelas 1 A, menyampaikan  apresiasi positif dari para orang tua siswa menunjukkan bahwa Sekolah Alam Hamalatul Quran Amanah memberikan dampak nyata dalam pembentukan karakter anak yang berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga hingga terbawa ke kehidupan di rumah. Banyak orang tua menyampaikan bahwa perubahan sikap, kemandirian, adab berbicara, kedisiplinan ibadah, serta kepedulian sosial anak terlihat semakin kuat setelah mengikuti proses pendidikan di sekolah.

Orang tua merasakan bahwa pendekatan pendidikan berbasis Al-Qur’an, pembiasaan adab harian, serta keteladanan guru menjadi faktor utama dalam membentuk karakter tersebut. Anak tidak hanya memahami nilai, tetapi mempraktikkannya dalam perilaku sehari-hari seperti kejujuran, tanggung jawab, hormat kepada orang tua, serta kebiasaan ibadah yang lebih terjaga. Beberapa orang tua menuturkan bahwa anak mulai mengingatkan keluarga untuk shalat tepat waktu, berbicara lebih santun, serta menunjukkan empati kepada saudara dan lingkungan sekitar.

Prestasi siswa dan Reward Best Karakter.


Selain itu, kolaborasi antara guru dan orang tua dinilai sangat aktif dan komunikatif. Guru tidak hanya menyampaikan perkembangan akademik, tetapi juga laporan karakter, adab, dan kebiasaan ibadah anak secara berkala. Komunikasi dilakukan melalui forum parenting, laporan pekanan, dan dialog personal sehingga orang tua merasa dilibatkan sebagai mitra pendidikan. Sinergi ini membantu penyelarasan pola pembinaan di sekolah dan di rumah.

Para orang tua berharap pola pendidikan yang telah berjalan ini terus istiqamah dan semakin kuat, sehingga cita-cita membentuk generasi berakhlak mulia dapat terwujud. (humas sahamqa/don)

Posting Komentar

0 Komentar