Desain Visualisasi Metaverse.


MALANG – Inovasi pembelajaran berbasis teknologi terus dikembangkan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Tim peneliti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mengembangkan game edukasi gamifikasi adaptif berbasis metaverse sebagai media pembelajaran matematika yang imersif dan interaktif.

Penelitian ini diketuai oleh Dr. Erna Yayuk, S.Pd, M.Pd, dengan anggota Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. Pengembangan dilakukan melalui pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) yang dirancang secara sistematis untuk menghasilkan produk pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif.

Sistem game edukasi gamifikasi adaptif berbasis metaverse
sebagai media pembelajaran matematika yang imersif dan interaktif.


Menurut Ketua Tim Penelitian FKIP UMM, Dr. Erna Yayuk, S.Pd, M.Pd, pemanfaatan teknologi metaverse dalam pembelajaran matematika bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. “Lingkungan belajar yang imersif memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara abstrak, tetapi juga mengalami langsung melalui visualisasi 3D, simulasi, dan tantangan berbasis permainan,” ujar Erna Yayuk.

Dijelaskan Erna Yayuk, penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UMM yang menempuh mata kuliah Matematika Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran yang dikembangkan sangat layak digunakan, baik dari aspek materi, media, maupun desain pembelajaran. Selain itu, uji kepraktisan memperlihatkan bahwa mahasiswa menilai sistem mudah digunakan dan bermanfaat dalam mendukung proses belajar.

Alur Proses Sistem.


Erna Yayuk menegaskan penggunaan game edukasi berbasis metaverse terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar matematika secara signifikan, terutama dalam aspek minat belajar, rasa percaya diri, dan penurunan kecemasan terhadap mata pelajaran matematika. Sistem gamifikasi adaptif juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa serta meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan keterlibatan kognitif.

Di tempat yang sama, anggota tim penelitian FKIP UMM, Dr. Daroe Iswatiningsih, mengungkapkan integrasi unsur visual, simulasi, dan umpan balik adaptif dalam sistem ini sejalan dengan teori Cognitive Theory of Multimedia Learning. Dimana mahasiswa dapat membangun pemahaman konsep matematika secara lebih komprehensif melalui integrasi visual dan verbal yang saling menguatkan.

Desain Sistem Pembelajaran Gamifikasi Adaptif Berbasis Metaverse.


Sebagai closingnya, Daroe Iswatiningsih mengharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi alternatif solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di pendidikan tinggi, khususnya dalam menyiapkan calon guru sekolah dasar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Ke depan, pengembangan game edukasi berbasis metaverse ini juga berpotensi untuk di-implementasikan pada jenjang pendidikan yang lebih luas. (tim peneliti fkip umm/don)