![]() |
| Rakhmad bersama Instructor Julia Demekova, MPT- dari DNS prague rehabilitation school. |
MALANG– Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong penguatan kapasitas akademik dan profesional dosen melalui jejaring internasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan dengan mendelegasikan dosen fisioterapi, Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc.PT., Ftr., Ph.D, untuk mengikuti pelatihan Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) in Neurological Patients di Taichung, Taiwan pada 27 – 28 Maret 2026.
Rakhmad, yang dikenal sebagai salah satu akademisi dengan fokus pengembangan DNS menyebut bahwa partisipasinya dalam pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam meningkatkan kualitas keilmuan fisioterapi di fisioterapi UMM.
“Keikutsertaan ini bukan hanya soal peningkatan kompetensi, tetapi juga bagian dari komitmen institusi dalam mempersiapkan pendirian program magister fisioterapi,” ujarnya.
Pelatihan DNS di Taiwan ini merupakan kelanjutan dari pengembangan kompetensi yang sebelumnya telah dilakukan di Istanbul, Turki. Dan Rakhmad menjadi satu-satu nya dosen dari Indonesia yang mengikuti program tersebut. Program berjenjang tersebut menunjukkan konsistensi UMM dalam membangun keahlian spesifik fisioterapi dengan pendekatan neuromuskular.
DNS merupakan pendekatan terapi yang dikembangkan berdasarkan prinsip perkembangan motorik manusia sejak bayi. Konsep ini menitikberatkan pada aktivasi sistem stabilisasi otot inti (core stability), koordinasi gerak, serta kontrol postur yang optimal melalui pola gerak fisiologis.
Pendekatan ini banyak digunakan dalam penanganan pasien neurologis, gangguan muskuloskeletal, hingga pencegahan cedera pada atlet.
Ketua Program Studi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D, menegaskan bahwa penguatan kompetensi dosen merupakan bagian dari strategi pengembangan keilmuan yang berkelanjutan.
“Peningkatan kompetensi harus dilakukan secara periodik. Ini akan menjadi penciri dalam pengembangan peminatan fisioterapi di UMM. Hingga saat ini, belum ada praktisi fisioterapi di Indonesia yang secara khusus mendalami dan tersertifikasi DNS. Ini tentu menjadi capaian yang patut kita banggakan,” tegasnya.
Selain peningkatan kompetensi akademik, keikutsertaan dalam pelatihan internasional ini juga membuka peluang internasionalisasi. Jejaring kerja sama yang terbangun diharapkan dapat mendukung pengembangan kurikulum, riset kolaboratif, hingga percepatan pembukaan program magister fisioterapi di UMM. (humas prodi fisioterapi umm)


0 Komentar