![]() |
| Foto bersama antara siswa baru SMK Muda Malang bersama Polsek Lowokwaru. |
MALANG- Hari kedua (14/7) 2026 pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Muhammadiyah 2 Malang dikenal SMK Muda focus pada dua bidang terkait penguatan karakter murid baru melalui beberapa materi. Menariknya, menurut Direktur SPMB SMK Muda Malang, Mochammad Wahid Muslim Ramadhan, S.Pd, menghadirkan pemateri sebagai nara sumber berasal dari eksternal SMK Muda.
Pemateri dimaksud Wahid dari Polsek Lowokwaru yang menyampaikan sosialisasi tentang UU No 22 Tahun 2009 tentang Safety Riding dan Tertib Berlalu Lintas. Selain itu juga sosialisasi tentang Bahaya Narkoba maupun NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya). Materi ini diperkuat dengan tim Psikologi UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang membahas tentang merancang masa depan sukses bersama SMK Muda Malang.
![]() |
| Penyampaian materi oleh Polsek Lowokwaru. |
Wahid lantas mengungkapkan secara umum materi yang disampaikan Polsek Lowokwaru tentang mengatur sistem lalu lintas dan angkutan jalan di Indonesia, mencakup kendaraan, pengemudi, pengguna jalan, keselamatan, keamanan, dan pengelolaan transportasi jalan. Dari materi ini murid baru SMK Muda Malang dapat tertib dan mematuhi aturan lalu lintas ketika berkendara.
Masih dari materi Polsek Lowokwaru, Wahid mengulang tentang sosialisasi bahaya narkoba yaitu tentang dampak buruk penggunaan narkoba, mulai dari aspek fisik, sosial, kesehatan, kriminalitas, psikologi hingga dampak hukum bagi pelaku narkoba.
![]() |
| Penyampaian materi oleh tim Psikologi UMM. |
Sedangkan materi dari tim Psikologi UMM, mengusung tema utama Merancang Masa Depan di SMK Muda Malang dan Pemetaan BMW (Bekerja, Melanjutkan (kuliah), Wirausaha). Materi yang disampaikan meliputi empat prinsip psikoligis tentang bagaimana beradaptasi dan membangun orientasi kesuksesan sejak awal, prinsip cara mewujudkan kesuksesaan dengan berbagai jalan seperti kreatifitas, kompetensi hingga kemandirian (termasuk di dalamnya menggali potensi sejak awal),
prinsip personal branding dimana murid baru harus memiliki karakter yang menunjukkan kepribadian sesuai minat bakat dan talentanya. Sehingga kesuksesan yang dicapai berdasarkan hal tersebut dengan citra diri, sedangkan prinsip terakhir adalah bagaimana murid baru mulai awal menentukan akan bekerja, melanjutkan pendidikan jenjang berikutnya atau wirausaha. Sehingga ketika menempuh pendidikan dapat fokus mewujudkan cita-citanya ini.
Wahid menambahkan selain materi eksternal ini, juga ada materi dari internal yang mebahas tentang kesehatan (cek detak jantung) senam Indonesia dan Fleksibilitas, Budaya K3 dan Budaya Industri, membaca doa-doa untuk sehari-hari, serta sholat sunnah Dhuha dan sholat Dhuhur secara berjama’ah. (don)




0 Komentar