![]() |
| Suasana pembukaan pelatihan paralegal PDA Kota Malang. |
MALANG – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Malang melalui Majelis Hukum dan HAM (MHH) resmi menggelar Pelatihan Paralegal untuk membekali dan meningkatkan keterampilan pendampingan hukum para kadernya. Kegiatan yang diikuti oleh 38 peserta pilihan dari perwakilan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kota Malang ini merupakan hasil seleksi ketat untuk melahirkan paralegal yang responsif dan kompeten.
"Di
tengah semakin kompleksnya persoalan hukum, khususnya yang berkaitan dengan
perempuan dan anak, kami berharap pelatihan ini dapat melahirkan paralegal
'Aisyiyah yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesiapan dalam memberikan
edukasi serta pendampingan hukum kepada masyarakat," ujar Ayunda.
Langkah
strategis ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Malang. Dalam
sambutannya, Ketua PDA Kota Malang, Dra. Hj. Sri Herawati, mengungkapkan bahwa
pelatihan ini merupakan satu dari tiga program PDA Kota Malang tahun ini yang
didanai melalui hibah Pemkot Malang. Sri Herawati menegaskan, agenda ini adalah
bentuk komitmen nyata ‘Aisyiyah dalam mewujudkan misi ke-10 organisasi,
yakni 'meningkatkan dan mengupayakan penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran,
serta memupuk semangat kesatuan dan persatuan bangsa'.
"Melalui
MHH dan LKBH, PDA Kota Malang terus menjalankan bantuan hukum baik pro
bono (prodeo) maupun non-prodeo, penyuluhan hukum hingga tingkat
ranting, dan hari ini kita mantapkan melalui pelatihan paralegal agar kader
tidak hanya paham, tetapi juga kompeten dalam pemberian bantuan hukum,"
jelas Sri Herawati.
![]() |
| Foto bersama antara peserta pelatihan, unsur pimpinan PDA Kota Malang, perwakilan PDM Kota Malang, dan Kesra Pemkot Malang. |
Apresiasi
tinggi turut disampaikan oleh Kepala Bagian KESRA Kota Malang. Dalam
sambutannya, beliau menekankan pentingnya kehadiran paralegal di tengah akar
rumput.
"Pelatihan
paralegal ini adalah ikhtiar mulia untuk menghadirkan orang-orang yang mampu
menjadi jembatan antara masyarakat yang membutuhkan keadilan dengan pintu hukum
yang sering kali terasa jauh dan sulit dijangkau. Masih banyak warga yang
bingung harus mengadu ke mana, tidak memahami hak-haknya, atau enggan mencari
keadilan karena keterbatasan pengetahuan, akses, maupun biaya," ungkap
Kabag KESRA.
Melalui
kegiatan ini, 'Aisyiyah Kota Malang optimis dapat mencetak kader penegak
keadilan di tingkat akar rumput yang siap mengayomi masyarakat. (tim pda kota malang)



0 Komentar