
Aksi nyata guru dan kader Adiwiyata meberikan pupuk cair
organik hasil karya inovasi yang dilakukan di sekolah secara berkala
dan diberikan untuk warga sekitar sekolah.
TANGERANG SELATAN - UPTD SDN Perigi 01 Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten peduli lingkungan hidup. Program peduli lingkungan tersebut dijelaskan Elis Nurhayati, S.Pd, M.Pd, Kepala SDN Perigi 01 Kota Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.
Bahwa program peduli lingkungan ini menunjukkan SDN Perigi 01 Kota Tangsel
sebagai sekolah dasar yang menjadikan kepedulian
lingkungan bukan sekadar wacana namun bagian keseharian seluruh warga sekolahnya. Mulai dari kepala
sekolah, para guru, hingga siswa-siswa, orang tua murid dan warga sekitar
sekolah dalam satu misi dan visi
menjaga bumi untuk generasi mendatang.
Menurut Elis Nurhayati gerakan peduli lingkungan SDN 01 Perigi Kota Tangsel lahir dan tumbuh dari kesadaran kolektif bahwa sekolah adalah miniatur
masyarakat. Apa yang dibiasakan di lingkungan sekolah akan menjadi karakter
yang terbawa hingga dewasa. Atas dasar hal
ini UPTD SDN Perigi 01 menanamkan nilai-nilai cinta alam sejak usia dini, melalui
aksi-aksi nyata dilihat, dirasakan, dan dilakukan semua pihak. Sebab perubahan besar
selalu bermula dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dan penuh
kesungguhan.
![]() |
| Elis Nurhayati, S.Pd, M.Pd, Kepala SDN Perigi 01 Kota Tangerang Selatan, saat menerima penghargaan Adiwiyata tingkat nasional. |
Elis Nurhayati, menekankan salah satu pilar utama gerakan peduli lingkungan di UPTD SDN Perigi 01 adalah komitmen menjaga kebersihan fasilitas sekolah secara menyeluruh, melalui menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan. Nah, UPTD SDN Perigi 01, mengubahnya dengan guyub rukun mulai kepala sekolah, guru, staff, Earth Ranger kader adiwiyata dan komite sekolah secara langsung mendukung, mengawasi dan ikut serta dalam gerakan peduli lingkungan, melalui pembentukan jadwal POKJA (Kelompok kerja peduli lingkungan) kebersihan.
Pokdja peduli lingkungan tersebut melibatkan siswa, guru dan
Kader Adiwiyata (Earth Ranger). Kegiatan POKJA meliputi estetika, hingga terkait kesehatan
warga sekolah. Seluruh warga sekolah aktif memotivasi dan
edukasi siswa bahwa aksi peduli lingkungan
tanggung jawab semua. Termasuk menjaga merawat tanaman dan menyiram toilet setelah digunakan,
tidak membuang sampah ke dalam kloset dan membuang sembarangan, serta
memastikan wastafel dalam keadaan bersih, merupakan bentuk paling sederhana
dari rasa hormat terhadap sesama dan terhadap lingkungan.
Bahkan, tandas Elis
Nurhayati,
pada sistem pembuangan air di sekitar lingkungan sekolah juga menjadi tanggungjawab bersama agar selalu bersih
bebas jentik nyamuk. Sehingga struktur bangunan tetap kokoh.
![]() |
| Earth Ranger (Kader Adiwiyata Pecinta Lingkungan UPTD SDN Perigi 01. |
Tim POKJA UPTD SDN 01 Perigi Kota Tangsel, pada hari Rabu dan Sabtu membersihkan seluruh area sekolah sekaligus melestarikan lingkungan di area luar sekolah. Kegiatan ini efektif sekaligus mempererat rasa kebersamaan antar warga sekolah. Hal ini menjadikan siswa antusias dan semangat ketika jadwal POKJA kebersihan.
Poin berikutnya, Elis
Nurhayati menyebutkan tentang sampah dikelola bersama
oleh SDN 01 Perigi, Kota Tangsel, berbasis
prinsip 3R Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Guru memberi teladan dengan
membawa tumbler pribadi dan mengurangi penggunaan kertas secara tidak perlu
dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Tempat sampah di sekolah sarana edukasi
pembelajaran, yaitu hijau untuk sampah organik seperti sisa makanan dan daun,
kuning untuk sampah anorganik seperti plastik dan kaleng, serta merah untuk
sampah yang tergolong berbahaya seperti baterai bekas. Para siswa akhirnya memiliki kesadaran bahwa sampah yang memiliki nilai guna di daur ulang menjadi pot tanaman gantung, kerajinan tangan. Siswapun menjadi kreatif dan produktif berkarya.
Elis Nurhayati mengatakan halaman SDN Perigi 01 dulu gersang sekarang asri dan hijau rindang karena pohon–tanaman terawat. Program ini
sejalan pelestarian keanekaragaman
hayati
(KEHATI) menjaga keberagaman makhluk hidup sebagai keseimbangan ekosistem. Siswa bahkan mengenal tanaman hias, tanaman obat
keluarga (TOGA), hingga pohon
buah-buahan.
Pemeliharaan tanaman menjadi agenda siswa sebelum masuk kelas dibantu kader
adiwiyata (Earth Ranger). Termasuk guru mendampingi menjelaskan manfaat lingkungan yang terjaga seperti di SDN 01 Perigi, Kota
tangsel ini.
Siswa diajarkan hemat air, mencuci
tangan, serta menginformasikan jika ada
fasilitas yang rusak seprti keran atau pipa. Bahkan kalimat motivasi juga
terpasdang di dalam area kamar mandi sekolah. Langkah
ini mengajarkan siswa tentang konsep pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.
![]() |
| Aksi kampanye peduli terhadap lingkungan yang dilakukan secara berkala oleh Earth Rangers (Kader Awiyata UPTD SDN Perigi 01). |
UPTD SDN Perigi 01 juga menanamkan kesadaran siswa hemat listrik
melalui kampanye hemat energi oleh kader adiwiyata. Yakni matikan lampu dan
kipas angina.
Kader adiwiyata bertugas memastikan semua
perangkat listrik dalam keadaan mati sebelum kelas ditinggalkan. Sekolah juga
memanfaatkan cahaya matahari untuk sirkulasi udara di dalam kelas. Bahkan pembelajaran juga dilakukan diluar kelas di bawah pohon
rindang yang terawat.
Elis Nurhayati menegaskan seluruh rangkaian aksi nyata ini, UPTD SDN Perigi 01 Kota
Tangerang Selatan pada 2 Oktober 2024 mendaptkan penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional
dan Tahun 2027 akan melanjutkan ke tahap Adiwiyata Mandiri, dengan membuktikan
bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak memerlukan anggaran besar atau
teknologi canggih. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan, kebersamaan, dan
konsistensi dari seluruh warga sekolah. Ketika kepala sekolah, guru, siswa, orang tua murid dan seluruh warga
sekolah bergerak dalam satu arah yang sama, perubahan nyata bukan lagi sekadar
mimpi melainkan kenyataan yang bisa dilihat, dirasakan, dan diwariskan kepada
generasi berikutnya. (tim adiwiyata uptd sdn perigi 01 kota tangsel)




0 Komentar