Subscribe Us

KKN MAs 98 Ajak Siswa SDN 2 Wringinsongo Buat Sabun Herbal Daun Sirih

 

mahasiswa KKN MAs bersama siswa.

WRINGINSONGO – Tim Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah 'Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 98 melatih siswa-siswi SDN 2 Wringinsongo memanfaatkan bahan alami untuk menjaga kebersihan diri. Bertempat di lingkungan sekolah, para mahasiswa menggelar praktik pembuatan sabun cuci tangan herbal berbasis daun sirih pada Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para siswa kelas 4, 5, dan 6. Melalui pelatihan interaktif ini, siswa diajak mengenali potensi tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya daun sirih yang dikenal memiliki kandungan antiseptik alami untuk membunuh kuman.

Bahan utama berupa daun sirih didapatkan dari pekarangan rumah warga sekitar dan kebun Toga di lingkungan Desa Wringinsongo. Hal ini dimanfaatkan untuk menunjukkan kepada siswa bahwa bahan alami yang kaya manfaat dapat diperoleh dengan mudah tanpa biaya besar.

Proses pembuatan sabun cuci tangan herbal berbahan daun sirih diawali dengan persiapan bahan utama berupa daun sirih segar yang telah dicuci bersih dan diiris tipis-tipis. Irisan daun sirih tersebut kemudian direbus dalam 300 ml air selama 15 menit hingga air berubah warna menjadi kecoklatan, lalu didiamkan hingga dingin dan disaring untuk mengambil cairan ekstraknya. 

Selanjutnya, larutan dasar sabun dibuat dengan menyiapkan 700 ml air hangat dalam wadah bersih, lalu memasukkan bubuk Sodium Lauryl Sulfate (SLS) secara bertahap sambil diaduk perlahan dan searah hingga larut sempurna serta tampak agak jernih berbusa tipis. Setelah larutan SLS siap, air ekstrak daun sirih yang sudah dingin dituangkan ke dalamnya, lalu ditambahkan bahan pelengkap seperti pewarna dan beberapa tetes minyak esensial untuk memberikan aroma wangi tambahan. 

Tahap akhir dilakukan dengan mendiamkan campuran cairan sabun selama beberapa jam agar busa halusnya turun dan mengendap merata, sebelum akhirnya dituangkan ke dalam botol pump sehingga sabun herbal siap untuk digunakan. 

Cara menggunakan sabun herbal daun sirih ini sama seperti sabun cuci tangan pada umumnya. Pertama, basahi kedua tangan dengan air mengalir, lalu tuangkan sabun herbal daun sirih secukupnya ke telapak tangan. Setelah itu, gosok kedua telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, hingga bagian bawah kuku selama minimal 20 detik. Terakhir, bilas tangan dengan air bersih hingga tidak ada sisa busa yang menempel, kemudian keringkan tangan hingga bersih.

Penanggung jawab program kerja ini, Gibran, menyampaikan tujuan utama dari dilaksanakannya pelatihan pembuatan sabun herbal tersebut.

"Melalui program ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa bahwa menjaga kebersihan tangan tidak harus mahal. Daun sirih yang ada di pekarangan rumah warga memiliki khasiat antiseptik yang sangat baik. Kami berharap adik-adik di SDN 2 Wringinsongo bisa mempraktikkannya secara mandiri di rumah bersama keluarga," ujar Gibran.

Inisiatif program ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 2 Wringinsongo menyampaikan apresiasi atas inovasi pembelajaran praktis yang diberikan oleh para mahasiswa kepada para peserta didik.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukatif dari kakak-kakak KKN MAs Kelompok 98. Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan anak-anak pentingnya menjaga kebersihan tangan, tetapi juga memberikan wawasan kreatif bahwa bahan alami di sekitar kita seperti daun sirih bisa diolah menjadi barang yang sangat berguna," ungkap Kepala SDN 2 Wringinsongo.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN MAs Kelompok 98 berharap para siswa tidak hanya terbiasa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah maupun rumah, tetapi juga terinspirasi untuk memanfaatkan potensi bahan alam di sekitar mereka secara mandiri.

Adapun KKN MAs (Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah 'Aisyiyah) merupakan program pengabdian masyarakat lintas perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Indonesia yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat secara kolaboratif. Program KKN MAs tahun ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi anggota, seperti Universitas Muhammadiyah Jambi, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Gombong, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, serta Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. (nasywa auliya rahmah/rilis grup media afiliasimu)

Posting Komentar

0 Komentar