
Mahasiswa KKN MAs kelompok 42 tahun 2026 bersama warga Dusun Bakir menunjukkan hasil olah limbah sapi menjadi Pupuk Organik Cair (POC).
PUJON - Mahasiswa KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 Kelompok 42 melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus Catur Dharma Universitas Muhammadiyah di bidang pengabdian masyarakat. Hal ini dijelaskan Koordinator KKN MAs kelompok 42, Achmad Muslihuddin Nahrawi.
Menurut
Achmad -begitu Achmad Muslihuddin
Nahrawi disapa- bentuk pengabdian KKN Mas kelompok 42 di Dusun Bakir, Desa
Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dalam bentuk program kerja
(proker) pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah sapi.
Proker
tersebut berdasarkan hasil observasi KKN MAs 42 di wilayah setempat yang
menemukan potensi limbah sapi yang masih belum dimanfaatkan untuk produk
bermanfaat maupun potensi ekonomi. Atas sara inilah mahasiswa KKN MAs kelompok
42 melatih warga Dusun Bakir mengolah limbah sapi menjadi Pupuk Organik Cair
(POC).
Pembuatan
POC kata Achmad upaya mahasiswa KKN MAs 42,
memanfaatkan limbah sapi serta mendukung pertanian berkelanjutan di
wilayah Pujon. Pembuatan POC dilakukan pada 6 Agustus 2026 dimulai pengumpulan limbah
sapi, pencampuran bahan pendukung, hingga fermentasi.
Selanjutnya, pada 19 Agustus 2026, mahasiswa monitoring hasil fermentasi serta pengemasan sampel POC yang telah matang. Kegiatan partisipasi dan sosialisasi pada 20 Agustus 2026 dimana petani, peternak, serta jama’ah hadir antusias. POC hasil mahasiswa KKN MAs 42 ini memiliki keunggulan mudah diserap tanaman, dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus menyelesaikan persoalan limbah peternakan. Produk ini mudah diproduksi mandiri, biaya rendah.
Dijelaskan
Achmad, mahasiswa KKN MAs kelompok 42 juga memberikan pendampingan cara
aplikasi POC di lahan pertanian, penyimpanan, serta potensi pengembangan produk
untuk mendukung ketahanan pangan lokal. Pengolahan limbah sapi menjadi POC upaya menghubungkan sektor peternakan
dengan pertanian.

Mahasiswa KKN MAs kelompok 42 tahun 2026 menunjukkan POC hasil pendampingan pada peternak sapi di Dusun Bakir.
Masyarakat tidak hanya berperan sebagai peternak, tetapi
juga memiliki peluang untuk menghasilkan input pertanian ramah lingkungan dan
bernilai ekonomi. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, pembuatan POC dapat
menjadi alternatif usaha bagi masyarakat sekaligus mendorong praktik pertanian
organik di Dusun Bakir.
“Kami berharap inovasi KKN MAs kelompok 42 ini
berkelanjutan dalam olah limbah jadi POC. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan
panitia pusat dan lokal KKN MAs 2026, Konsorsium LPPM PTMA, serta Majelis
Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya
mendorong berbagai inovasi berbasis potensi lokal yang dapat memberikan manfaat
bagi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Achmad.
Di tempat berbeda, Ketua jama’ah Dusun Bakir menyampaikan apresiasi atas program yang
diberikan mahasiswa. “Terima kasih sudah memberikan ilmu
baru terkait pupuk organik cair selain pupuk organik padat,” tuturnya. (mahasiswa
kkn MAs kelompok 42)

0 Komentar