Subscribe Us

SMK Mugas-PT Mega Marine Pride Pasuruan Jalin MoU Keterserapan Kerja Alumni dan Kelas Industri

 

Tim SMK Mugas bersama unsur manajemen PT Mega Marine Pride Pasuruan menunjukkan hasil MoU. 



SINGOSARI - SMK Muhammadiyah 3 Singosari atau dikenal SMK Mugas terus melakukan pengembangan pendidikan dengan menjalin kerjasama dengan mitra industri sebanyak mungkin. Hal ini dijelaskan Waka Humas dan Kerjasama Industri SMK Mugas, Mochammad Sholeh, S.S, usai melaksanakan kunjungan industri sekaligus MoU dengan salah satu industri yang berada di Pasuruan.

Yakni PT. Mega Marine Pride merupakan perusahaan berskala internasional bidang pengolahan makanan beku (frozen food) dengan fokus utama pada produksi dan ekspor olahan udang. Nah melalui kunjungan industri sekaligus MoU tersebut diharapkan keterserapan kerja lulusan SMK Mugas dapat meningkat di industri tersebut.

Sholeh mengatakan kunjungan industri dan penandatanganan MoU SMK Mugas dengan PT. Mega Marine Pride Pasuruan dilaksanakan Rabu 5 Agustus 2026 kemarin bertempat di kantor HRD PT. Mega Marine Pride Pasuruan. Hadir ketika tanda tangan MoU dari SMK Mugas adalah Kepala SMk Mugas, M. Nur Yusuf Affandi, SE, M.Pd, Waka Humas, BKK (Bursa Kerja Khusus) Nuvrida Eka Suwastra, S.T Par, Kaprodi Akuntansi Eren Pristin, S.Pd dan Kaprodi Kuliner Rizky Nata Dominika, S.Pd. Sedangkan pihak PT. Mega Marine Pride dihadiri SPV Recruitment and People Development, Lambang Siswi Trianingtyas.

Tampak Kepala SMK Mugas ketika mencermati isi Mou yang sudah ditandatangani. 

Apa saja materi MoU yang ditanda-tangani kedua belah pihak? Sholeh mengatakan secara umum tentang kerjasama dalam bidang penyediaan SDM dari Alumni SMK Mugas. Serta SMK Mugas  menjadi recruitment  centre wilayah   Singosari.

Menariknya, kata Sholeh, saat berada di PT. Mega Marine Pride, Pasuruan, delegasi SMK Mugas bersama sejumlah alumni yang akan mengikuti test recrutment di perusahaan tersebut. “Kami optimis alumni SMK Mugas bisa diterima kerja di perusahaan ini sebab sudah memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri,” ujar Sholeh. (humas/don)

Posting Komentar

0 Komentar