
Tampak Kades Pujon Lor didampingi DPL KKN 31 MAs, ketika potong pita sebagai simbol launching Bank Sampah.
MALANG – Tim 31 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat di Dusun Maron, Desa Pujon Lor, Kabupaten Malang (13/8) 2026. Kegiatan tersebut dijelaskan Koordinator KKN 31 Mas, Dio asal Universitas Muhammadiyah Palembang.
Menurut Dio, selain dirinya anggota tim KKN 31 Mas atas
nama Khilwa Andinina (Universitas Muhammadiyah Pekajan Pekalongan), Mawar
Savitri (Universitas Muhammadiyah Metro), Aulia Wulan (Universitas Muhammadiyah
Gombong), Shobrina Nurus Salma (Universitas
Muhammadiyah Malang), Herman Toyo (Universitas Muhammadiyah Malang), Riska Jaya
(Universitas Muhammadiyah Bone).
Berikutnya, Alfin Fauzan (Universitas Muhammadiyah Oku
Timur), Raaziq Akbar Al Qarni (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Zakiya
Rosyida Azzahro (Universitas Muhammadiyah Surakarta), Faezatun Zahro Ila Nur
(Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Wa Ode Nurfahna Suleman Murana
(Universitas Muhammadiyah Bandung), dan Nur Aenil (Universitas Muhammadiyah
Bone). Saat melaksanakan pengabdian masyarakat Tim 31 KKN Mas ini berada di
bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Luqman Dzul Hilmi, SE, MBA.

Kades Pujon Lor ketika memberikan sambutan.
Menurut Dio, program kerja (proker) KKN 31 MAs di Desa
Pujon Lor yaitu sosialisasi pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi briket
sekaligus launching Bank Sampah di Balai Desa Pujon Lor, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini diikuti perwakilan masyarakat Dusun Maron, Desa Pujon Lor, serta perangkat
desa setempat.
Sosialisasi limbah sapi menjadi briket upaya mendorong masyarakat
memanfaatkan limbah sapi menjadi daya guna serta meningkatkan pengelolaan
sampah berdasarkan jenisnya. Agar mudah dipahami peserta, materi sosialisasi
dilakukan secara penjelasan teori, demonstrasi dan praktik pembuatan briket,
serta diskusi dan tanya jawab. Sementara launching Bank Sampah ditempatkan di
tiga titik di Dusun Maron langsung dikelola warga setempat.
Sementara itu, Ketua Divisi Humas KKN 31 MAs, Mawar
Savitri dari Universitas Muhammadiyah Metro, mengatakan warga Desa Pujon Lor
mayoritas bekerja sebagai peternak sapi perah. Selama ini, kotoran sapi (limbah)
masih dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman maupun biogas. Itupun belum optimal. Sebab
sebagian limbah sapi masih terbuang di irigasi desa yang menimbulkan aroma tidak
sedap. Limbah sapi ini terkadang bercampur sampah plastik yang terkadang
menyumbat selokan air.

Suasana penyampaian sambutan dari Kades Pujon Lor pada warganya dan KKN 31 MAs.
Nah, tandas Mawar, berdasarkan realitas tersebut Tim 31 KKN MAs bersama warga setempat mengolah limbah sapi menjadi bahan baku briket sehingga lebih manfaat karena mengunakan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitarnya. Bahkan briket limbah sapi bisa memiliki nilai jual apabila memenuhi kelayakan teknis dan ekonomis.
Di tempat sama, Dosen Pembimbing Lapangan KKN 31 Mas, Luqman Dzul Hilmi, SE, MBA, mengapresiasi tim KKN telah memilki proker pemanfaatan limbah sapi menjadi briket. Cara ini menjadi soIusi masyarakat yang kesulitan mengolah limbah sapi. “Program kerja kalian (tim 31 KKN Mas) merupakan langkah solutif bagi warga Dusun Maron Pujon Lor yang bisa menjadi inspirasi bagi KKN berikutnya, serta mengembangkan program dari KKN yang sudah ada ini,” ujar Luqman Dzul Hilmi.
Semenatara itu, Kepala Desa Pujon Lor, H. Achmad Solihin, menyambut positif program KKN 31 Mas di Desa Pujon Lor. Harapannya pemanfaatan limbah sapi menjadi briket tidak berhenti pada tahap sosialisasi, namun dilanjutkan pendampingan dan pengawalan agar pemanfaatan limbah tersebut dapat terus dikembangkan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dijelaskan H. Achmad Solihin, pemanfaatan limbah menjadi
briket berpotensi mengurangi persoalan warga. Bahkan dapat memberikan manfaat
ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah Desa Pujon siap mendukung keberlanjutan
program apabila dapat direalisasikan, termasuk dalam pengembangan sarana yang
dibutuhkan.
.jpeg)
DPL KKN 31 MAs saat memberikan sambutan.
Sekedar diketahui, setelah sosialisasi dilanjutkan
demonstrasi pembuatan briket yang dilakukan mahasiswa Tim 31 KKN Mas di hadapan
masyarakat. Tujuannya memberikan gambaran tahapan dan proses pembuatan briket
mulai awal hingga briket siap melalui proses pengeringan.
Adapun prosesnya, tahapan limbah sapi disangrai bersama
bekatul dengan perbandingan 2:1. Selanjutnya diayak dicampur perekat tepung
tapioka. Kemudian diuleni hingga kalis sebelum dicetak menjadi briket. Setelah
proses pencetakan, briket dikeringkan sekitar tiga hari. Setelah demonstrasi,
masyarakat langsung praktik pembuatan briket.
Proker KKN 31 Mas, dilanjutkan peresmian Bank Sampah
ditempatkan di tiga titik di Dusun Maron dan dikelola oleh pihak setempat.
Melalui kegiatan ini Tim 31 KKN MAs berharap keberlanjutan pemanfaatan briket
dan pengelolaan Bank Sampah dapat terus dikembangkan bersama masyarakat
sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang. (tim KKN 31
MAs).

0 Komentar