![]() |
| Para tokoh Pondok Modern Gontor ketika tabligh akbar. |
NGAWI– Pondok Modern Gontor Putri 3 Karangbanyu, Ngawi, menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada Selasa 4 November 2025. Acara yang dihadiri ribuan santri, guru, dan masyarakat ini menghadirkan Ustadz Salim A. Fillah, dai muda dan penulis produktif, sebagai pembicara utama.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dan pesan dari KH. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, yang menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mengingat dan mensyukuri nikmat Allah.
“Ini peringatan, bukan perayaan. Agar kita tidak lupa nikmat Allah yang telah diturunkan. Ketika manusia lalai, nikmat itu bisa berubah menjadi kesusahan,” ujar KH. Hasan dalam tausyiahnya.
Beliau juga mengajak seluruh civitas pondok dan masyarakat untuk menjadikan usia satu abad ini sebagai modal awal memasuki abad kedua Gontor (1926–2026).
“Sekarang kami menulis kurikulum kehidupan. Setiap santri sedang menulis masa depan di 2045, 2065, hingga seterusnya untuk membina umat sampai akhir zaman,” tambahnya.
Ustadz Salim A. Fillah dalam ceramahnya menggugah semangat para santri agar terus menjadi pelanjut peradaban Islam. Ia menuturkan, sejarah panjang dakwah para wali dan ulama Nusantara menjadi bukti nyata bahwa pesantren adalah pusat perjuangan dan pencerahan bangsa.
Dalam orasinya, Ustadz Salim menyinggung keteguhan iman sahabat Bilal bin Rabah yang tetap mengucapkan “Ahad” di tengah siksaan, sebagai simbol keyakinan yang kokoh.
“Dari satu kata itulah lahir kemerdekaan sejati. Begitu pula santri harus memegang teguh kebenaran di tengah perubahan zaman,” serunya disambut takbir para hadirin.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan di pesantren bukan hanya tentang hafalan atau pelajaran, tetapi kurikulum kehidupan 24 jam yang menanamkan akhlak, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Acara yang turut dihadiri perwakilan Bupati Ngawi Totok Sudaryanto, S.H., M.H. , Wakil Kapolres Ngawi, dan tokoh masyarakat itu berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan tayangan video refleksi 100 tahun perjalanan Gontor dalam mencetak kader bangsa dan umat. Sebagaimana dituturkan Ketua 3 acara Farrah Nisriinaa kepada redaksi pada Rabu.
Rangkaian acara Tabligh Akbar Peringatan 100 Tahun Gontor dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba Gempita Tabligh Akbar Peringatan 100 Tahun Gontor oleh Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Asif Trisnani, Lc. M.Ag., Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag., dan Al-Ustadz H. Noor Syahid, M.Pd.
Melalui Tabligh Akbar ini, Pondok Modern Gontor meneguhkan komitmennya untuk terus mendidik generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia menjadi insan Qurani pembawa cahaya peradaban di abad kedua perjuangannya. (arief hartanto)


0 Komentar