![]() |
| Tim dosen Polinema menunjukkan Kincir air berirama.. |
MALANG – Tim dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) di Kawasan wisata Pemandian Sumberingin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Menurut Ketua Tim Dosen PPM Polinema, Satworo Adiwidodo, Polinema sebagai mitra desa Wringinsongo aktif melaksanakan pengabdian masyarakat termasuk di kawasan wisata Sumberingin. PLTMH jenis Turbin Ulir Archimedes telah dipasang di kawasan wisata pemandian sebagai alat peraga edukasi pariwisata dalam program PPM Kemitraan DIPA Swadana pada tahun 2022.
![]() |
| Proses pemasangan kincir air berirama. |
Pada tahun 2023, melalui program yang sama dilakukan pengadaan infrastruktur bangunan kafe dengan ide arsitektur kafe yang memadukan elemen alam dengan elemen sains.
Kafe tematik ini memberikan pengalaman unik dan menarik kepada pengunjung. Konsep arsitektur kafe yang memadukan komponen wisata alam dan sain masih jarang ditemukan. Dalam perkembangannya kawasan wisata ini masih kekurangan alat peraga mekanis yang dapat memberikan pengalaman dan daya tarik bagi pengunjung.
![]() |
| Kincir air berirama sebelum dipasang di lokasi wisata. |
Nah, terkait hal ini tim dosen Polinema melaksanakan Program PPM Reguler Dipa Swadana tahun 2024 dengan ketua pengusul Satworo Adiwidodo, memasang kincir air berirama yang memadukan keharmonisan alam dan teknologi untuk melengkapi alat peraga pada cafe celup Archimedes pada Kawasan Edu Wisata Kolam Renang Sumberingin.
Tim pengabdian merancang kincir air yang tidak hanya menarik secara visual, namun juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran interaktif. Kincir air ini akan merespon aliran air, memutar poros dan menggerakkan alat musik untuk menciptakan ritme irama tertentu yang akan membawa wisatawan bertualang melalui pendidikan dan keindahan alam.
Satworo menjelaskan perancangan kincir berirama menggunakan software desain solid work dengan desain yang dilakukan simple dan lebih mengedepankan mekanisme gerak dan fungsi alat. Pembuatan alat didasarkan pada desain yang telah dibuat. Bahan rangka menggunakan besi hollow ukuran 3cmx3cm dengan bahan stainless steel.
![]() |
| Kincir air setelah terpasang. |
Pada tengah kincir menggunakan velg roda sepeda motor yang pada sisi luar roda dipasang sudu yang berjumlah 16. Kincir dihubungkan dengan poros yang berputar seiring berputarnya kincir. Pada bagian poros dipasang pengungkit yang akan menggerakkan pemukul yang akan mengenai bilah besi yang menghasilkan suara. Pembuatan alat dilakukan di bengkel yang pernah menjadi binaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di daerah Landungsari.
Detailnya, Satworo mengungkapkan empat tahapan PPM meliputi. Pertama Tahap Persiapan yakni koordinasi internal tim (dosen, tendik, mahasiswa). Tahap kedua koordinasi bersama mitra terkait rencana pemasangan kincir air berirama dan perlengkapannya. Sedangkan Tahap ketiga melakukan peninjauan ulang ke lokasi kolam dan memastikan titik lokasi yang strategis untuk penempatan peralatan yang akan diinstal. Tahap ke empat melakukan pembelanjaan alat dan bahan untuk pembuatan kincir air berirama.
![]() |
| Kawasan wisata Pemandian Sumberingin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, semakin asri dan edukatif setelah terdapat kincir air berirama dari Polinema |
Pengelola Wisata Sumberingin, Bambang Wijanarko, berterima kasih kepada tim dosen Polinema atas sumbangan kincir air berirama tersebut. Sebab menambah wahana dan berharap semakin menarik animo masyarakat untuk berwisata di Sumberingin.
Kincir air berirama ini, melengkapi berbagai fasilitas yang sudah sebelumnya seperti tempat berfoto, warung makan, toilet dan tempat ibadah. Terdapat juga gazebo tempat wisatawan dapat beristirahat. (tim pkm polinema/don)






0 Komentar