
Pembetukan karakter respect-empati oleh coach outbond dari tim Rindam.
MALANG – “Setiap diri manusia selalu dinamis dalam berperilaku di kehidupan sehari hari. Sebagai manusia sosial tentu manusia ditakdirkan tidak dapat hidup sendiri, manusia selalu memerlukan peran manusia yang lain. Sehebat apapun manusia mereka tidak akan pernah mampu menyelesaikan urusannya sendiri,” ujar Kepala SMK Mutu Gondanglegi, ustadz Munali, ST, M.Pd, ketika opening kegiatan di outbond PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) di di Benjor Camp, Tumpang Kabupaten Malang, 24/12/2025.
Ustadz Munali memberikan contoh bahwa setiap manusia butuh manusia lain adalah ketika akan memotong rambut, manusia memerlukan manusia lain sebagi tukang cukur, atau ketika akan membuat bangunan rumah, manusia juga memerlukan manusia lain sebagai tukangnya. Begitu juga dalam strata sosial ada orang kaya karena ada orang miskin, ada orang kuat karena ada yang lemah demikian seterusnya. Setiap manusia sudah memperolah ketentuan keahlian dari Allah, yang berbeda satu dengan yang lain.
![]() |
| Foto bersama dengan tim coach Rindam Malang. |
Atas perbedaan tersebut membuat manusia hidup menjadi sempurna, saling menghargai, saling menghormati dan saling memerlukan. Kesempurnaan dengan perbedaan itu membuat kehidupan menjadi sangat indah, dan sesuai dengan sunnatullah, bahwa manusia diciptakan berbeda adalah untuk saling mengenal.
Ditegaskan ustadz Munali, dalam kehidupan bersama, terutama di lembaga selalu berharap ada harmonisasi, kebersamaan dalam perbedaan untuk menjalankan visi, misi dan tujuan lembaga. Semua anggota yang ada di dalam lembaga tersebut tentu menginginkan dan mengharapkan adanya kesesuaian didalam mengoptimalkan perbedaa, potensi yang dimiliki untuk mencapai harapan bersama.
SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, sebagai lembaga pendidikan yang didirikan tahun 1994, tentu mengalami dinamika perkembangan yang tidak singkat dan sebentar. Perjalanan lembaga pendidikan di bawah Muhammadiyah ini jika dihitung dengan angka telah lebih dari 30 tahun, tentu juga menghadapi beberapa generasi yang berbeda, dan tantangan yang berbeda.
Memaknai waktu, generasi, tantangan yang berbeda di akhir tahun 2025 ini SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi melaksanakan kegiatan Outbond untuk PTK. Kegiatan di luar lingkungan sekolah agar ada suasana baru, serta bertadabur dengan alam bebas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan dan menumbuhkan kembali rasa Respect, Empati kepada seluruh PTK.
Penyadaran kembali bahwa manusia hidup selalu dinamis, sesuai dengan perkembangan. Seperti falsafah bahwa roda kehidupan selalu berputar, mengandung arti manusia akan selalu berubah dan berganti dari jaman ke jaman. Dari jaman anak-anak, menjadi jaman remaja, menjadi dewasa, dan kemudian menjadi tua. Dari kondisi tersebut tentu tidak dapat manusia menjadi sosok yang sama, dari kekuatan, kecerdasan, dan yang lainnya.
Memahami kondisi tersebut, maka perlu dibangun ras respect, empati yaitu pemahaman terhadap kondisi orang lain, khususnya di dalam keluarga SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Kegiatan family ghatering ini dapat memberikan kembali kesadaran, bahwa semua dapat berkiprah, semua dapat berbuat yanag terbaik, semua dapat memperoleh apresiasi, dan meskipun terkadang di luar ekpektasi, tetapi ada rasa peduli yang harus selalu ditumbuhkan dari dalam hati.
![]() |
| Melalui ghatering family diharapkan mampu membangun kebersamaan dalam kehidupan yang kembali di lingkungan masyarakat. |
Kegiatan yang dikemas kolaboarasi dengan tim Rindam Malang, dalam bentuk character building, games fun, serta trekking menuju Coban Sanusi dan Coban Srikandi, makan bersama beribadah bersam, sholat berjamaah, serta mengajak anggota keluarga. Dengan kegiatan seperti ini, semoga mampu membangun kebersamaan dalam kehidupan yang kembali di lingkungan masyarakat. Medan yang sulit, harus menaiki jalan, menurun curam dan terjal, menyeberang sungai dengan tambang yang kuat, membuat rasa empati kita menjadi semakin tumbuh. (mnl/don)




0 Komentar