
Tim robotic SMK Mutu Gondanglegi raih enam medali di China.
MALANG- Tim robotic SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dikenal SMK Mutu di bawah guru pembina Dedi Romadon kembali menorehkan prestasi internasional dalam kompetisi robot bertajuk International Youth Robot Competition (IYRC) 2025 di Shenzhen China.
Menurut Dedi tim robotic SMK Mutu Gondanglegi juga sebagai santri di Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) meraih enam medali yakni satu medali silver (perak) dan lima medali bronze (perunggu). Medali tersebut dipersembahkan Anggi Pramudita meraih satu medali silver dan satu medali bronze), Pradipa Raditri Haryanto meraih dua medali bronze dan Array Arasy Firdaus Kemal meraih dua medali bronze. Mereka turun pada lomba robot kategori creative desain, sumo dan humanoid soccer.
![]() |
| Salah satu karya robot SMK Mutu Gondanglegi yang dinilai juri IYRC di China dan meraih juara. |
Prestasi tersebut, kata Dedi membuktikan bahwa siswa SMK Mutu Gondanglegi mampu bersaing dengan siswa dari negara lain peserta IYRC, seperti Korea, Hongkong, Vietnam, Thailand, Singaphore, Malaysia, Laos, Philiphina, Indonesia, Kamboja dan beberapa negara Asia lainnya. Indonesia mengirim 29 delegasi, 3 diantaranya siswa dari SMK Mutu Gondanglegi.
Dijelaskan Dedi, hal baru dalam IRYC tahun ini, penggabungan teknologi canggih abad 21 yaitu robot, koding dan kecerdasan artifisial. Sebab itu, tema besar yang diusung panitia dalam kompetisi robot ini, “Future Stars, Rising From Here”.
![]() |
| Tim IYRC SMK Mutu Gondanglegi ketika berangkat bertanding. |
Sementara itu Kepala SMK Mutu Gondanglegi, ustadz Munali, ST, M.Pd, mengucapkan terima kasih kepada para guru, siswa, dan civitas akademika SMK Mutu Gondanglegi atas doa dan dukungan moril kepada delegasi IYRC ini. Capaian enam medali ini adalah bukti nyata bahwa SMK Mutu adalah vokasi rujukan nasional dengan prestasi internasional.
“Kami optimis setiap tahun dalam event IYRC ini terus meningkat capaian medali yang diraih tim SMK Mutu Gondanglegi. Sebab selalu ada inovasi dan kreatifitas yang ditambahkan dalam karya robotiknya sehingga mampu bersaing dengan peserta dari negara lain,” ujar ustadz Munali. (dr/don)



0 Komentar