![]() |
| Pemateri dari Marshal Cavendish Singapore ketika menjelaskan program Scribo AI untuk evaluasi. |
MALANG – Dinamika dan fenomena model belajar berbasis Artificial Intelenge (AI) terus dikembangkan di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi populer disebut SMK Mutu vokasi entrepreneur. Memperkuat dinamika pembelajaran antara guru dan siswa, SMK Mutu Gondanglegi mengadakan pelatihan pembelajaran dengan berbasis AI (7/1) 2026.
Menurut Kepala SMK Mutu Gondanglegi, ustadz Munali, ST, M.Pd, pelatihan pembelajaran yang di-ikuti beberapa guru pilihan tersebut untuk menguatkan kolaborasi antara guru dan siswa mencapai tujuan yang sudah disepakati. Sehingga antara guru dan siswa bisa tepat saat implementasi model belajar mendalam.
![]() |
| Melalui pelatihan ini diharapkan memperkuat dinamika pembelajaran antara guru dan siswa. |
“Saat ini guru merasa sulit memberikan penguatan dengan dalih siswa lebih mudah menyelesaikan setiap hal dengan bantuan AI. Sebab siswa memilih menggunakan jawaban melalui AI daripada menggunakan pikirannya sendiri. siswa merasa jawaban dari AI sudah sesuai dan benar. Padahal belum tentu,” tandas ustadz Munali.
Berdasarkan kondisi tersebut, ustadz Munali sebagai pimpinan di SMK Mutu Gondanglegi bekerjasama dengan Marshal Cavendish Singapore untuk peningkatan pembelajaran dengan peralatan yang berbasis AI. Kerjasama ini sebagai tindaklanjut dari kunjungan SMK Mutu Gondanglegi ke Marshall Cavendish Singapore beberapa waktu lalu.
Kerjasama kedua belah pihak ini, lanjut ustadz Munali salah satu fokusnya penggunaan program Srcibo, merupakan system pembelajaran menggunakan AI untuk evaluasi. Scribo ini sangat perlu bagi guru untuk menyampaikan kepada siswa bahwa jawaban yang menggunakan AI belum tentu benar.
![]() |
| Penggunaan program Srcibo, merupakan system pembelajaran menggunakan AI untuk evaluasi. |
Salah satu materi pelatihan, kata ustadz Munali adalah setiap guru harus memilki akun belajar pribadi. Berikutnya siswa akan menperoleh username sebagai kunci untuk bergabung ke dalam system pembelajaran. AI bukan menjadi tempat menjawab, tetapi menjadi pemantik siswa agar mampu menggunakan penalarannya dalam menyelesaikan tugas.
Bentuk evaluasi tidak lagi hanya multiple coice, tetapi pada bentuk jawaban esai yang mengedepankan pemahaman siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
“Kami berharap para guru SMK Mutu yang ditunjuk mampu menggunakan sistem pembelajaran tersebut dalam semester genap untuk siswa kelas sepuluh yang sudah ditunjuk dari beberapa jurusan dan mata pelajaran,” ucap ustadz Munali. (mnl/don)




0 Komentar