Subscribe Us

Tim PkM Dosen UMM Pendampingan-Pelatihan Deep Learning Guru SD Muhammadiyah 9 Kota Malang

 

Implementasi pendampingan-pelatihan pembelajaran mendalam
guru SD Muhammadiyah 9 Kota Malang di dalam kelas.


MALANG – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Dalam hal ini sebagai mitra pengabdian adalah guru SD Muhammadiyah 9 Kota Malang dalam bentuk pendampingan dan pelatihan pembelajaran bagi guru di sekolah tersebut.

Kegiatan ini dijelaskan, salah satu tim pengabdian dosen UMM, Maharani Putri Kumalasani, M.Pd, bahwa selain dirinya tim pengabdian terdiri atas nama Hidayah Budi Qur’ani, S.S, M.Pd, dan Dian Fitri Nuraini, M.Pd. Pengabdian tersebut dilaksanakan sebagai respons atas kebijakan pemerintah terkait penguatan pembelajaran mendalam yang menuntut kesiapan guru dalam memahami konsep, perencanaan, hingga implementasinya di ruang kelas sekolah dasar.

Menurut Maharani, ketika opening kegiatan pendampingan menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian kebijakan secara normative, tetapi juga bertujuan memberikan pendampingan yang aplikatif agar guru mampu menerjemahkan pembelajaran mendalam ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Suasana pendampingan-pelatihan pembelajaran mendalam
guru SD Muhammadiyah 9 Kota Malang.


Adapaun tahapan kegiatan, lanjut Maharani, pertama dalam bentuk workshop pembelajaran mendalam (29/11/2025). Workshop ini menghadirkan tiga pemateri, yakni Maharani Putri Kumalasani, M.Pd, Hidayah Budi Qur’ani, S.S, M.Pd, dan Dian Fitri Nuraini, M.Pd. Materi disampaikan secara bertahap dan sistematis, dimulai dari pemaparan kebijakan pemerintah terkait pembelajaran mendalam, dilanjutkan dengan penjelasan mengenai prinsip, karakteristik, serta tujuan pembelajaran mendalam dalam konteks kurikulum merdeka, hingga pembahasan teknis penyusunan modul ajar yang mendukung pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik.

Selanjutnya, Maharani mengungkapkan tahap kedua pendampingan penyusunan modul ajar pembelajaran mendalam yang dilaksanakan Desember 2025. Pada tahap ini, guru didampingi secara langsung oleh tim pengabdian dalam menyusun modul ajar deep learning yang selaras dengan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, serta asesmen. Guru diajak memahami keterkaitan antara capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, serta asesmen sebagai satu kesatuan yang utuh dalam pembelajaran mendalam.

Selain itu, disampaikan pula contoh implementasi pembelajaran mendalam di sekolah dasar yang menekankan keterlibatan aktif siswa, penguatan proses berpikir kritis, serta pembelajaran yang berorientasi pada pemaknaan.

Pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam
peningkatan kompetensi professional guru.


Dijelaskan Maharani, setelah modul ajar disusun, kegiatan dilanjutkan dengan tahap implementasi pembelajaran deep learning yang mengacu pada modul ajar yang telah dikembangkan sebelumnya. Implementasi pembelajaran ini dilaksanakan oleh guru secara langsung di kelas pada bulan Desember 2025  dengan pendampingan intensif dari tim pengabdian UMM.

Dalam tahap ini, guru menerapkan strategi pembelajaran mendalam yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik, penguatan proses berpikir kritis, serta pembelajaran yang berorientasi pada pemaknaan. Pendampingan yang dilakukan memungkinkan guru untuk memperoleh umpan balik secara langsung terkait pelaksanaan pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga asesmen.

Melalui kegiatan implementasi ini, guru tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis dalam menerapkan pembelajaran mendalam, tetapi juga melakukan refleksi terhadap efektivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan sebagai dasar perbaikan dan pengembangan pembelajaran selanjutnya.

Suasana forum diskusi antara tim dosen UMM
dengan mitra pengabdian yaitu guru SD Muhammadiyah 9 Kota Malang.


Rangkaian kegiatan pengabdian ditutup dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) diselenggarakan pada bulan Januari 2026. FGD melibatkan guru SD Muhammadiyah 9 Kota Malang bersama tim pengabdian UMM sebagai bentuk evaluasi komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan pembelajaran mendalam yang telah dilaksanakan. Saat diskusi ini guru diberikan ruang menyampaikan pengalaman selama mengikuti kegiatan, mengemukakan berbagai kendala yang dihadapi dalam penyusunan maupun implementasi modul ajar, serta mengungkapkan dampak yang dirasakan terhadap proses pembelajaran di kelas.

Sementara itu, tandas Maharani, tim pengabdian memberikan umpan balik dan rekomendasi sebagai bahan refleksi bersama guna memperbaiki dan memperkuat pelaksanaan pembelajaran mendalam ke depan, sehingga implementasinya dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Selain sebagai sarana sosialisasi kebijakan, kegiatan pengabdian ini juga memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kompetensi professional guru. Melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan, guru memperoleh penguatan dalam merancang, melaksanakan, serta merefleksikan proses pembelajaran sesuai dengan tuntutan kebijakan pemerintah.

Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan tidak hanya memahami konsep pembelajaran mendalam secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara konsisten dalam proses pembelajaran di kelas.

Foto bersama tim dosen UMM dengan mitra pengabdian .


Pada akhirnya, pembelajaran mendalam diharapkan dapat menghantarkan peserta didik pada pengalaman belajar yang lebih baik, bermakna, serta mendukung perkembangan potensi akademik dan karakter siswa secara optimal.

Di tempat sama, perwakilan SD Muhammadiyah 9 Kota Malang menyampaikan kegiatan pendampingan semacam ini sangat dibutuhkan oleh sekolah. Sekolah berharap adanya pendampingan dan pemberian informasi terbaru terkait pembelajaran mendalam yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat terus diberikan kepada guru.

Hal ini disebabkan sekolah merupakan pihak yang berada di garda terdepan dalam mengimplementasikan kebijakan pembelajaran mendalam, sehingga pemahaman guru yang tepat dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kebijakan tersebut. (tim pkm dosen umm/don)

Posting Komentar

0 Komentar