![]() |
| DowerRun 2026 sukses digelar. |
MADIUN – Mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) sekarang berubah Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (M Jatim) yang tergabung dalam Kommad Project bau saja sukses menggelar lomba lari bertajuk DowerRUN 5 K Madiun 2026 pada Ahad, 12 Juli 2026.
Kesuksesan DowerRun 2026 tidak hanya terlihat dari antusiasme peserta yang memenuhi kuota pendaftaran, tetapi juga dari keberhasilan kampanye digital yang mampu menjangkau ratusan ribu audiens di berbagai platform media sosial. Di balik pencapaian tersebut, terdapat strategi komunikasi digital yang dirancang secara matang oleh tim media DowerRun.
Ketua Panitia DowerRUN 5K Madiun 2026, sekaligus Chief Media Sosial Management event tersebut, Muhammad Syaifudin menceritakan digital campaign yang dilakukan untuk menyukseskan event lari perdana di UMMAD tersebut.
Menurut Syaif, panggilan akrabnya, keberhasilan sebuah event saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas pelaksanaan di lapangan, tetapi juga oleh bagaimana sebuah acara dikomunikasikan kepada masyarakat melalui media digital.
"Agar sebuah event berjalan sukses dan mampu mencapai target peserta maupun audiens secara maksimal, diperlukan kampanye digital yang terstruktur, konsisten, dan menarik. Di era sekarang, masyarakat lebih banyak memperoleh informasi melalui media sosial. Karena itu, media sosial menjadi ruang promosi yang paling efektif untuk membangun awareness hingga mendorong seseorang ikut berpartisipasi," jelas Syaif.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh strategi promosi DowerRUN telah dipersiapkan jauh sebelum pelaksanaan acara. Tahap pertama dimulai dengan penyusunan brand
guideline sebagai identitas visual resmi event. Dokumen tersebut memuat aturan penggunaan logo, penempatan identitas visual, aset grafis, palet warna, tipografi, hingga elemen desain lainnya agar seluruh materi publikasi memiliki tampilan yang konsisten.
Setelah identitas visual ditetapkan, tim media menyusun content planning secara menyeluruh. Perencanaan tersebut mencakup alur publikasi mulai dari fase pra-event, masa pelaksanaan, hingga pasca-event. Dengan sistem yang telah dijadwalkan, setiap konten dipublikasikan sesuai kalender media sosial yang telah disusun, sementara konten tambahan tetap disisipkan secara fleksibel mengikuti perkembangan kegiatan.
Tidak hanya mengandalkan media sosial internal, DowerRUN juga memperluas jangkauan publikasi melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Pada tahap awal, promosi didukung oleh tiga mitra utama, yaitu Media Universitas Muhammadiyah Madiun, Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta vendor teknologi penyedia sistem tiket event lari yang telah memiliki basis komunitas pelari dari berbagai daerah.
Strategi tersebut kemudian diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah media lokal yang memiliki jangkauan audiens luas, seperti Medhionae, RRI Madiun,
Selingkar Wilis, dan Madiunmu. Selain mempublikasikan informasi melalui pemberitaan, tim DowerRUN juga beberapa kali hadir sebagai narasumber dalam siaran radio RRI untuk memperkenalkan konsep serta tujuan penyelenggaraan event kepada masyarakat. Di dorong pula dengan pemberitaan dari media non lokal dari sejumlah wilayah baik yang berbasis Muhammadiyah maupun bukan.
Kolaborasi lintas media tersebut terbukti memberikan dampak signifikan terhadap penyebaran informasi. Kampanye digital DowerRUN berhasil menjangkau audiens yang lebih luas, meningkatkan interaksi di media sosial, sekaligus membangun antusiasme masyarakat hingga kuota peserta berhasil terpenuhi sesuai target penyelenggara.
Keberhasilan tersebut juga tercermin dari performa media sosial DowerRun. Berdasarkan data pasca penyelenggaraan, akun resmi DowerRUN mencatat 452.709 tayangan (views) dalam kurun waktu 60 hari terakhir, disertai pertumbuhan jumlah pengikut yang terus meningkat. Capaian ini menjadi indikator bahwa strategi kampanye digital yang terstruktur, didukung identitas visual yang kuat, perencanaan konten yang konsisten, serta kolaborasi dengan berbagai media berhasil membangun awareness dan engagement publik secara maksimal.
Bagi Syaif, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah event saat ini tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan, tetapi juga oleh kekuatan strategi komunikasi digital yang mampu menghadirkan informasi secara kreatif, konsisten, dan tepat sasaran.
"Media sosial bukan lagi sekadar tempat membagikan informasi, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan sebuah event dengan masyarakat. Ketika strategi, kreativitas, dan kolaborasi berjalan beriringan, sebuah event akan lebih mudah dikenal, dipercaya, dan diminati," jelas Syaif. (pujoko)


0 Komentar