Subscribe Us

Dari Sampah hingga Hama, KKN Berdampak UMM Kelompok 138 Hadirkan Solusi Ramah Lingkungan bagi Warga Tempursari

 

Foto bersama mahasiswa KKN UMM Kelompok 138 dan ibu-ibu PKK Desa Tempursari dalam kegiatan pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos. 


DONOMULYO, MALANG – KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 138 Desa Tempursari menghadirkan dua program berbasis lingkungan dan pertanian, yakni pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama tikus.

Program kompos dilaksanakan Rabu (12/8) di Balai Desa Tempursari dengan melibatkan ibu-ibu PKK. Mahasiswa KKN memanfaatkan galon bekas sebagai wadah komposter aerob dengan metode layering berupa daun kering, sampah dapur, tanah, dan air beras. Sebelumnya, metode tersebut diuji selama 12 hari di belakang posko dan menghasilkan kompos tanpa bau busuk dengan kelembapan serta sirkulasi udara yang terjaga. Metode tersebut juga dikonsultasikan kepada Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., dosen bidang Ilmu dan Teknologi Pangan.

Proses pembuatan kompos dengan memanfaatkan galon bekas sebagai wadah komposter aerob melalui metode layering berupa daun kering, sampah dapur, tanah, dan air beras. 


Sementara itu, program pestisida nabati dilaksanakan pada 6 dan 13 Agustus 2026 di Tempursari Selatan dengan sasaran petani. Kegiatan dilatarbelakangi serangan hama tikus yang mengganggu lahan pertanian warga. Penyuluhan dilaksanakan setelah tahlilan, dilanjutkan pemaparan mahasiswa KKN, tanya jawab, serta pemberian peralatan penyemprotan pestisida.

Pemberian pestisida nabati hasil formulasi mahasiswa KKN kepada warga dalam bentuk botol semprot sebagai alternatif pengendalian hama tikus. 



Pestisida dibuat melalui perendaman bahan nabati selama sekitar 24 jam untuk menghasilkan ekstrak beraroma menyengat yang diharapkan membantu mengusir tikus.

Ketua RT 25, Bapak Gunawan, turut memberikan tanggapan positif. “Lumayan efektif untuk mengusir hama tikus. Bahannya juga mudah didapat karena berasal dari bahan-bahan yang ada di dapur,” ujarnya.

Penyuluhan pestisida nabati kepada warga alternatif pengendalian hama tikus di lahan pertanian.


Ibu-ibu PKK dan para petani juga antusias mengikuti kegiatan serta aktif bertanya mengenai metode dan penggunaannya. Melalui program tersebut, KKN UMM Kelompok 138 berharap warga dapat memanfaatkan bahan di sekitar secara mandiri untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan pertanian yang lebih ramah lingkungan. (
tim kkn berdampak kelompok 138 umm)

 

Posting Komentar

0 Komentar