Subscribe Us

Mahasiswa KKN Berdampak 151 UMM Ubah Kulit Kopi Jadi Pakan Ternak

 

Mahasiswa KKN Berdampak Kelompok 151 UMM bersama Pokta Simojayan menunjukkan pakan ternak hasil olah bahan limbah kulit kopi.  


MALANG - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam kelompok 151 melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Menariknya dijelaskan Koordinator KKN Berdampak kelompok 151 UMM, Romeo Nayaka Herman disapa Romeo, program kerja (proker) unggulannya sangat inovatif karena memanfaatkan kulit kopi diubah menjadi pakan ternak.

Menurut Romeo proker tersebut berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN 151 UMM di Desa Simojayan sebagai salah satu desa penghasil kopi di wilayah Malang Selatan. Namun petani kopi masih belum banyak yang mengetahui jika limbah khususnya kulit kopi bisa digunakan untuk pakan ternak. Atas dasar inilah mahasiswa KKN 151 UMM memanfaatkan kulit kopi menjadi produk pakan ternak yang bisa bernilai ekonomis dalam jangka panjang nanti.

Tampak proses pengolahan kulit kopi menjadi pakan ternak. 


Dijelaskan Romeo mahasiswa KKN Berdampak 151 UMM dalam melaksanakan proker di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dedik Fitra Suhermanto, S.IP, M.Hub.Int, dengan anggota mahasiswa selain dirinya juga Wiwik Widhiarti, Suci Ananda Rofiqoh, Adinda Rhalia Salsabila, Salwa, Selly Dewita Mulyono, Ahmat Saipul Hapis, Syafira Ifani Khudri, Salsabila Anasikha, dan Zabrina Aulia Farand.

Berikutnya, Zikri Arbianto, Abdul Halim, Sherine Naurah H, Danisya Rizqa Andini, Virdha Kayla Y, Syawal Akbar Komara, Annisa Putri Rahayu, Ariel Firza Rizaldi, Mochamad Naufal, dan M. Eka Fajar Fathoni.

Sedangkan nama mahasiswa lain adalah M. Hafiz Fariza, Derian Syahputra, Thiza Nurziqwa, Cici Heppy Seftiana, Alya Putri Aprilia, Achmad Ubaidillah Annasir, Dhiva Asoka, Dista Auliya Azzahra, Akenta Meicha Putri, dan Sinta Febriana Sari.

Pemberian pakan ternak dari limbah kulit kopi kepada kambing.


Proker inovatif tersebut dilaksanakan 13 Agustus 2026 dengan menghadirkan sejumlah warga untuk mengikuti pelatihan  bertajuk Kulit Kopi Berdaya: Pemanfaatan Kulit Kopi sebagai Pakan Ternak. Tujuannya agar warga setempat dapat memanfaatkan potensi sumber daya local (limbah kulit kopi) menjadi produk manfaat dan bernilai ekonomis.

Desa Simojayan dikenal potensi hasil kopi. Limbah berupa kulit kopi selama ini hanya dibiarkan menumpuk di sekitar rumah dan kebun, dibakar, atau dibiarkan membusuk. Meski begitu, sebagian masyarakat ada juga yang  memanfaatkannya sebagai bahan kompos sederhana.

Dari kondisi ini,  mahasiswa KKN 151 UMM memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan alternatif pakan ternak melalui proses fermentasi. Harapannya bisa mengurangi penumpukan limbah kulit kopi sekaligus meningkatkan nilai guna sumber daya lokal yang tersedia di Desa Simojayan.

Foto bersama anggota KKN Berdampak Kelompok 151 UMM.

Praktek pengolahan kulit sapi jadi pakan ternak, lanjut Romeo, pelatihan menggunakan beberapa bahan yang mudah diperoleh di masyarakat, yaitu kulit kopi, EM4, pollard atau polar, dan tetes tebu. Kulit kopi digunakan sebagai bahan utama, sedangkan EM4 berfungsi membantu proses fermentasi. Pollard digunakan sebagai bahan tambahan, sementara tetes tebu berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi.

Selanjutnya bahan ini dicampur, lalu di-fermentasi selama beberapa hari hingga menghasilkan bahan pakan yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pakan ternak, khususnya untuk hewan kambing.

Saat praktek pembuatan pakan ternak ini, Romeo mengungkapkan anggota Kelompok Tani (POKTAN) sangat antusias bertanya tentang manfaat kulit kopi serta tahapan pengolahannya mulai dari persiapan bahan, pencampuran, proses fermentasi, hingga penyimpanan hasil fermentasi.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan memahami manfaat kulit kopi sekaligus bisa melakukan pengolahannya secara mandiri. Sehingga, pemanfaatan kulit kopi dapat terus dilakukan meskipun kegiatan KKN telah berakhir.

Di tempat yang sama, salah satu perwakilan kelompok tani menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebab pemanfaatan kulit kopi sebagai bahan pakan memberikan nilai tambah terhadap limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, pengolahan tersebut dapat menjadi alternatif dalam penyediaan pakan ternak yang memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. (penulis: mahasiswa kkn berdampak kelompok 151 umm)

Posting Komentar

0 Komentar