Subscribe Us

Ribuan Warga Sleman Hadiri Hari Ber-Muhammadiyah, Perkuat Sinergi Dakwah, Pendidikan-Kemanusiaan

Suasana Hari Ber-Muhammadiyah PDM Sleman.


SLEMAN- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem akan menggelar Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Museum Gunung Merapi (MGM)  Hargobinangun Pakem . 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat dakwah Muhammadiyah yang berpijak pada nilai-nilai pencerahan, pemberdayaan, dan kemajuan peradaban.

Mengangkat tema "Dakwah Lereng Merapi: Mencerahkan, Memberdayakan, dan Memajukan Peradaban," kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pengajian akbar, tetapi juga dirancang sebagai ruang silaturahmi warga Muhammadiyah, masyarakat umum, serta berbagai amal usaha Muhammadiyah yang berada di wilayah Sleman dan kawasan lereng Merapi.

Ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus menegaskan pentingnya dakwah yang mampu menjawab tantangan zaman. Sementara tausiah utama akan disampaikan oleh Dr. Ahmad Munir, M.Ag., Ketua PDM Ponorogo periode 2010–2015, yang dikenal aktif mengembangkan dakwah berbasis pemberdayaan masyarakat.

Acara diawali dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kapanewon Pakem. Tarian Anugra Pari yang dibawakan siswi SMP Muhammadiyah Pakem membuka rangkaian acara, disusul penampilan angklung dari SD Muhammadiyah 2 Pakem, drumband, solo vokal siswi SD Muhammadiyah Pakem, serta atraksi Polisi Cilik SD Muhammadiyah Pakem yang menghibur para peserta.

Ketua Panitia, Raden Agung Nugraha, yang juga Ketua PCM Pakem, dalam laporannya menyampaikan “ apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, dan warga Muhammadiyah yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan penuh semangat kebersamaan”.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan DR. H Yayan Suryana Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, kemudian sambutan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan sejumlah agenda, antara lain penyerahan syahadat kepada guru IGABA Pakem, penyerahan sertifikat wakaf dari Pesantren King Sulaiman, layanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh PKU Muhammadiyah Pakem, kegiatan donor darah, serta bazar UMKM yang diikuti warga Muhammadiyah.

Puncak kegiatan diisi dengan pengajian oleh Dr. H. Ahmad Munir, M.Ag., dari PDM Ponorogo yang dalam tausiyahnya mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk menjalani kehidupan sesuai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“ Menurutnya, warga Muhammadiyah harus terus membina kualitas diri, memperluas jaringan dan komunikasi sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat dakwah Islam yang berkemajuan. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah di lingkungan Persyarikatan dengan tidak saling membid'ahkan sesama warga Muhammadiyah, melainkan saling menguatkan dalam semangat persaudaraan dan dakwah”.

Hari Ber-Muhammadiyah Sleman juga menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan Pos Kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengunjung. Berbagai layanan yang disediakan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan laboratorium (berbayar), konsultasi kesehatan, serta layanan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) dari PKU Muhammadiyah Pakem dan juga aksi donor darah bertajuk "Setetes Darahmu, Sejuta Harapan!". Panitia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan tersebut diharapkan kebutuhan stok darah di wilayah DIY dapat terus terpenuhi, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kemanusiaan.

 Pemilihan Museum Gunung Merapi sebagai lokasi penyelenggaraan memiliki makna tersendiri. Kawasan lereng Merapi selama ini menjadi simbol ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan alam. Muhammadiyah hadir untuk memperkuat ketangguhan tersebut melalui dakwah yang mencerahkan, pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (arief hartanto/mpi pdm sleman)

Posting Komentar

0 Komentar