
Suasana penyampaian materi kegiatan.
MALANG – Melalui Surat Bakesbangpol No: 200.1.3.1/3078/35.07.406/2026 tanggal 20 Agustus 2026, SMK Muhammadiyah 3 Singosari dikenal SMK Mugas bersama Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Pemkab Malang Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik menggelar sosialisasi kepada siswa SMK Mugas terkait terorisme dan ekstrimisme. Melalui Waka Humas dan Kerjasama Industri SMK Mugas, M. Sholeh, S.S, kegiatan ini dilaksanakan di aula SMK Mugas (27/8) kemarin.
![]() |
| Foto bersama antara Bakesbangpol, unsur TNI-Polri, dan guru, pimpinan, serta siswa SMK Mugas. |
Sholeh mengatakan hadir dalam
kegiatan bertajuk Sosialisasi Pencegahan dan penanggulangan ekstremisme Berbasis
Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme pada Pelajar tersebut adalah Kepala
SMK Mugas, M. Nur Yusuf Affandi, SE, M.Pd, dengan nara sumber unsur Satreskrim
Polres Malang (bapak Amir), Pasi Intel Kodim 0818 Malang-Batu (Bapak Rony), dan
Mitra Deradikalisasi/Mantan Napiter. Sedangkan sebagai moderator adalah Bapak
Nikwata Sekretaris Bakesbangpol, serta sebagai peserta adalah seluruh siswa dan
guru SMK Mugas Singosari.
“Acara ini merupakan bentuk
kerjasama antara SMK Mugas dengan Bakesbangpol pemkab Malang dalam hal
pencegahan paham radikalisme di lingkungan sekolah,” ujar Sholeh.

Foto bersama antara unsur pimpinan SMK Mugas, Bakesbangpol, TNI-Polri.
Sementara itu dalam sambutannya,
Kepala SMK Mugas, M. Nur Yusuf Affandi mengatakan bahwa sekolah (SMK Mugas)
merupakan tempat yang nyaman dan aman mewujudkan pendidikan berkemajuan dan
menjadikan siswa sebagai generasi emas sesuai program pemerintah. Namun perkembangan
teknologi serta informasi global dapat membawa dampak negatif dan positif. Nah,
melalui kegiatan ini SMK Mugas mengantisipasi dan mencegah timbulnya dampak
negatif dari informasi global yang dapat menimbulkan intoleransi, radikalisme, hingga
paham ekstremisme yang bisa datang dari mana saja termasuk dari gawai gadget dan media sosial.

Antusiasme peserta mengikuti kegiatan.
M Nur Yusuf Affandi berharap kegiatan
ini juga dapat memperkuat peran guru sebagai pendidik dan pembimbing untuk mewujudkan
suasana sekolah yang ramah, aman, dan terbuka. Sedangkan bagi para siswa bisa mendapatkan wawasan
tentang tema sosialisasi sekaligus dapat memilah informasi tentang bahaya terorisme dan paham dikalisme. (humas/don)


0 Komentar