![]() |
| Mahasiswa KKN Berdampak 197 UMM ketika pendampingan pelaku usaha branding dengan menggunakan banner identitas usaha. |
BOJONEGORO- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam KKN Berdampak Kelompok 197 mengadakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro Bojonegoro. Selama pelaksanaan program kerja (proker) KKN 197 UMM di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Arif Prasetyo Wibowo S.Pd, M.Pd, M.I.Pol, dengan anggota mahasiswa UMM sebanyak 26 orang.
Hal ini dijelaskan Koordinator KKN 197 UMM, Suwenda
Nanda Septianto disapa Suwenda, bahwa proker unggulan KKN berdampak 197 UMM
adalah branding sekaligus digitalisasi
UMKM di Mulyoagung, Bojonegoro. Proker ini hasil observasi serta wawancara
mahasiswa KKN 197 UMM terhadap pelaku UMKM setempat. Sebab di wilayah
Mulyoagung terdapat berbagai UMKM namun belum tersentuh teknologi serta branding
usaha sehingga belum bisa berkembang secara maksimal.
![]() |
| Mahasiswa KKN Berdampak 197 UMM pendampingan pelaku usaha digitalisasi tempat usahanya tercatat google maps. |
Berdasarkan realitas tersebut, kata Suwenda, mahasiswa
KKN 197 UMM melaksanakan proker terkait pendampingan UMKM, khususnya dalam
menghadapi perkembangan pemasaran dan teknologi digital.
Hasilnya sejumlah UMKM belum memiliki logo maupun
banner identitas, sementara keberadaan usaha di platform digital seperti Google
Maps dan penggunaan pembayaran melalui QRIS juga masih belum banyak diterapkan.
Dalam
pemasaran, sebagian pelaku usaha masih manual promosinya (dari mulut ke mulut warga).
Nah, dari hasil observasi ini
kata Suwenda, mahasiswa KKN 197 UMM
pendampingan pelaku UMKM mulai karakteristik usaha, menentukan identitas,
hingga membantu menerapkan berbagai fasilitas digital. Pembuatan logo,
pembuatan banner dan informasi usaha, digital marketing melalaui medsos.
Termasuk pembuatan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital serta
mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps agar lebih mudah ditemukan calon
konsumen.
Tahap berikutnya, Suwenda
mengungkapkan sosialisasi serta edukasi pelaku usaha cara memperkenalkan produk
melalui konten sederhana, mulai cara mengambil foto produk, menuliskan
informasi produk, hingga mengunggahnya ke media sosial. Sehingga pelaku UMKM
memahami cara menggunakan fasilitas digital tersebut secara mandiri setelah
kegiatan KKN selesai.
![]() |
| Mahasiswa KKN Berdampak 197 UMM pendampingan digital marketing pelaku usaha Mulyoagung melalui platform medsos. |
Hasil pendampingan mahasiswa KKN
197 UMM tersebut terlihat mulai terbentuknya identitas usaha serta hadirnya
berbagai fasilitas digital yang dapat menunjang aktivitas usaha. Logo dan
banner memberikan ciri khas yang lebih jelas, QRIS memberikan pilihan
pembayaran yang lebih praktis, sedangkan Google Maps membantu konsumen
menemukan lokasi usaha. Di sisi lain, pemanfaatan media sosial membuka
kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat
yang lebih luas.
“Pendampingan digitalisasi dan
branding pelaku usaha di Mulyoagung ini, merupakan bentuk kontribusi kami mahasiswa
KKN Berdampak Kelompok 197 UMM, mengembangkan potensi ekonomi masyarakat Desa
Mulyoagung,” ujar Suwenda.
Di tempat berbeda, salah satu
pelaku usaha Mulyoagung, Ibu Ira menjelaskan setelah lokasi usahanya terdaftar Google
Maps, merasakan kemudahan ketika pelanggan ingin menemukan tempat usahanya.
(penulis: tim mahasiswa kkn 197 umm)




0 Komentar