![]() |
| Tim PKM dosen UMM ketika menjelaskan tentang Kesehatan mata. |
MALANG– Oktober 2025, tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan mahasiswa Fakultas Kedokteran UMM melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Pelatihan Pemeriksaan Mata dan Gizi Anak bagi para kader kesehatan pengurus panti asuhan Muhammadiyah–‘Aisyiyah se-Malang Raya. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini terdiri dari tiga dosen yang berada dalam naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UMM dan dua orang mahasiswa Fakultas Kedokteran UMM.
Menurut Ketua tim PKM, Dr. dr. Alfa Sylvestris, SpM, disapa dokter Alfa menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM pendanaan Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun anggaran 2025, yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader kesehatan di lingkungan panti asuhan dalam memantau kesehatan dan menapis gangguan kesehatan mata dan gizi anak-anak asuh.
Pelatihan yang dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Malang, Jl. Bareng Tenes Kota Malang ini diikuti oleh dua puluh pengurus panti yang berasal dari sepuluh panti asuhan Mauhammadiyah-Aisyiyah di Malang Raya. Mereka mendapatkan pembekalan teori serta praktik langsung mengenai pemeriksaan refraksi sederhana pada anak-anak, pengenalan tanda-tanda gangguan penglihatan, serta pemeriksaan status gizi secara mandiri dengan metode yang mudah diterapkan. Selain melibatkan dosen UMM, kegiatan ini juga melibatkan dua orang mahasiswa FK UMM yang membantu dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan PKM ini.
![]() |
| Tim PKM dosen UMM (kanan) ketika menyerahkan alat bantu untuk kesehatan mata pada peserta pelatihan. |
Dijelaskan dokter Alfa, bahwa kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi kesehatan anak-anak panti yang sering kali belum mendapatkan pemeriksaan rutin, khususnya terkait penglihatan dan gizi.
“Kami ingin para pengurus panti tidak hanya berperan dalam pengasuhan, tetapi juga mampu menjadi kader kesehatan yang tanggap terhadap kebutuhan dasar anak-anak, termasuk kesehatan mata dan gizi mereka,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara melakukan skrining penglihatan sederhana menggunakan kartu E (E-chart), serta bagaimana menilai status gizi dengan mengukur berat dan tinggi badan, lalu membandingkannya dengan standar WHO. Setelah pelatihan, peserta mendapatkan alat kesehatan berupa Snellen box, alat pengukur status gizi (pengukur berat badan, tinggi badan, dan pita pengukur), dan modul pemeriksaan mata dan gizi anak. Hasil pemeriksaan digunakan untuk deteksi dini gangguan penglihatan dan gizi kurang agar segera mendapat rujukan ke tenaga medis profesional.
![]() |
| Foto bersama tim dosen UMM, mahasiswa FK UMM, dan peserta PKM. |
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, lembaga sosial, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak panti asuhan.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi panti asuhan untuk memiliki sistem pemantauan kesehatan yang berkelanjutan. Anak-anak yang sehat tentu akan lebih siap tumbuh dan belajar,” tambah dr. Hawin Nurdiana, M.Kes, SpA.
Para peserta menyambut positif kegiatan ini. Mereka mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di panti.
Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan dari berbagai pihak, sehingga semakin banyak panti asuhan di Malang Raya yang memiliki kader kesehatan terlatih dan peduli terhadap kesehatan anak-anak asuh mereka. (tim pkm dosen umm)




0 Komentar