Subscribe Us

Mahasiswi KKNT 38 Unida Gontor Bantu Pengurus Posyandu Krandegan Layanan Kesehatan Ibu-Anak

Pelaksanaan pengecekan kesehatan bersama masyarakat Krandegan.

NGAWI– Mahasiswi Universitas Darussalam Gontor (Unida) Gontor melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKNT) 38 sebagai bentuk semangat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurut Ketua Kelompok 19 KKNT 30 Unida Gontor, Ana Dwi Marlia, salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah membantu pelaksanaan kegiatan posyandu Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Ana menjelaskan pelaksanaan program kerja di posyandu tersebut selain melibatkan petugas posyandu juga peran aktif anggota kelompok 19 KKNT 38 Unida Gontor terdiri dari Najwa Safira Ghassani, Talia Az Zuhroh, Azkia Zulpa, Mutia Ramadhani, Safira Enggar, Sella Gemeli, Saniyyah Soleh, Dewi Ratih, dan Bella Putri Rahma. Saat melaksanakan program kerja di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ustadzah Dzatu Alivatin Niha, M.Ag.

Pemberian imunisasi kepada balita.


Bentuk kegiatan di posyandu ini, kata Ana, mahasiswi KKNT 38 Unida Gontor membantu warga dan petugas posyandu Desa Krandegan dimana memperkuat peran mahasiwa dalam memahami apa saja yang diperlukan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Desa Krandegan.

Perlu diketahui, Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan layanan kesehatan dasar yang rutin digelar untuk balita, ibu hamil, dan lansia. Di Desa Krandegan, Posyandu menjadi garda terdepan pencegahan stunting, pemantauan gizi, serta edukasi kesehatan keluarga. Namun, tantangan yang menjadi salah satu hambatan dengan beberapa Masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan posyandu secara rutin setiap bulannya.

Penegecekan tekanan darah oleh petugas kesehatan. 


Selama pelaksanaan Posyandu di berbagai dusun di Desa Krandegan, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Angkatan 38 Universitas Darussalam (Unida) Gontor menunjukkan peran yang sangat multifungsi dan aktif. Mereka turun langsung membantu kader Posyandu setempat dengan mendampingi proses pendataan warga, melakukan penimbangan balita,dan mencatat laporan terkait kesehatan masyarakat pada buku agar semua informasi kesehatan masyarakat tercatat dengan baik.

Saat pelaksanaan program unggulan ini, ucap Ana, anggota KKNT 38 Unida Gontor dibagi menjadi beberapa tugas. Ada yang melakukan pemeriksaan langsung, seperti mengukur tinggi badan dan berat badan anak, sekaligus mendokumentasikan seluruh kegiatan Posyandu untuk keperluan laporan dan evaluasi desa.

Tak hanya itu, kolaborasi erat dengan bidan desa menjadi kunci keberhasilan layanan mahasiswi ini bekerja sama secara harmonis untuk memastikan distribusi vitamin A, suplemen gizi, serta pelayanan lainnya berjalan mulus dan tepat sasaran, sehingga Posyandu di Krandegan semakin optimal dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di tengah masyarakat.

Perfotoan mahasiswi bersama pengurus posyandu Desa Krandegan.


Saat pemeriksaan berlangsung warga desa krandegan yang lanjut usia juga turut serta dalam kegiatan posyandu dan memeriksakan diri, setelah pemeriksaan diadakan tidak sedikit dari warga krandegan yang lanjut usia memiliki tekanan darah yang cukup tinggi, dalam hal ini petugas menyarankan kepada lansia untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat dan makanan yang bergizi.

Keikutsertaan mahasiswi ini membawa angin segar bagi warga Krandegan. Selain meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu, mereka juga membangun kedekatan antar generasi. Keterlibatan aktif mahasiswi KKNT 38 Unida Gontor di Posyandu Desa Krandegan adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi harus terhubung dengan masyarakat. Melalui program ini, mereka tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tapi juga berkontribusi nyata bagi kesejahteraan desa. (penulis: ana dwi marlia/*)

Posting Komentar

0 Komentar