Subscribe Us

Tim LPPA PWA Jatim Teliti Kesuksesan Transformasi Program Inovasi MEK PWA Jatim Wujudkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Jawa Timur Melalui Hibah Sapa Tresno Research Award PP Aisyiyah 2025

Kelompok Wanita Tani (KWT) mengikuti pelatihan pengelolaan hasil pertanian
sebagai upaya peningkatan nilai tambah produk dan kemandirian ekonomi keluarga.



MALANG- Menarik hasil penelitian yang dilakukan tim LPPA yang diketuai  Dr. Erna Yayuk, M.Pd, terkait inovasi program Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan ‘Aisyiyah Jawa Timur (MEK PWA Jatim) 31 Desember 2025. Sebab dari hasil penelitian tersebut inovasi program MEK PWA Jatim terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan kemandirian ekonomi perempuan pelaku usaha.

Menurut Erna Yayuk kajian (penelitian) fokus pemberdayaan wirausaha perempuan ‘Aisyiyah selama periode 2020–2025. Penelitian ini menemukan bahwa 78 persen responden merasakan peningkatan pendapatan keluarga setelah mengikuti berbagai program inovatif ‘Aisyiyah, mulai dari pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi pemasaran digital.

Suasana pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha,
hingga fasilitasi pemasaran digital
.


Bahkan, sebagian besar peserta mengalami kenaikan pendapatan antara 10–30 persen, seiring meningkatnya kapasitas produksi, diversifikasi produk, dan perluasan akses pasar melalui media sosial serta marketplace.

“Inovasi pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan program ini. Para perempuan tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar,” ungkap Erna Yayuk yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Peserta Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah bagi penyandang disabilitas
Kabupaten Bojonegoro mengikuti pelatihan keterampilan usaha
sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi difabel.


Selain peningkatan pendapatan, dampak signifikan juga terlihat pada kemandirian ekonomi perempuan. Hasil survei menunjukkan 85 persen responden berada pada kategori tinggi dalam kemandirian ekonomi. Perempuan binaan ‘Aisyiyah kini lebih percaya diri dalam mengelola usaha, berani mengambil keputusan finansial, serta mampu memimpin kelompok usaha secara mandiri.

Program mentoring berkelanjutan dan pembentukan jejaring bisnis antaranggota menjadi faktor penting yang memperkuat rasa percaya diri dan solidaritas ekonomi perempuan. Tidak hanya berdampak pada aspek finansial, kemandirian ini juga meningkatkan posisi tawar perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Banyak peserta yang sebelumnya hanya menjadi pendukung ekonomi keluarga, kini bertransformasi menjadi kontributor utama pendapatan rumah tangga.

Perlu diketahui, tandas Erna Yayuk, MEK PWA Jatim sejak pandemi COVID-19 hingga kini aktif mengembangkan inovasi berbasis komunitas, termasuk pelatihan digital marketing, pembentukan koperasi syariah, serta penguatan akses permodalan. Inisiatif ini menjadi jawaban atas tantangan UMKM perempuan yang masih menghadapi keterbatasan modal, rendahnya literasi digital, dan sempitnya akses pasar.

Pelaku UMKM binaan mengikuti pendampingan pengelolaan
 lingkungan pemasaran sebagai upaya memperkuat
daya saing produk dan memperluas akses pasar.


Meski demikian, lanjut Erna Yayuk, penelitian juga mencatat adanya tantangan, terutama bagi peserta dengan latar belakang pendidikan rendah yang memerlukan pendampingan lebih intensif dalam adaptasi teknologi digital. Oleh karena itu, tim peneliti merekomendasikan agar program pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dan lebih inklusif, sehingga manfaat inovasi dapat dirasakan secara merata.

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa inovasi Majelis Ekonomi ‘Aisyiyah bukan sekadar program pelatihan, melainkan sebuah model pemberdayaan perempuan berbasis nilai keislaman, komunitas, dan teknologi digital yang efektif meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi perempuan. Model ini dinilai potensial untuk direplikasi di berbagai daerah lain sebagai upaya membangun ekonomi keluarga yang tangguh dan berkeadilan gender. (tim peneliti umm/don)

Posting Komentar

0 Komentar