![]() |
| Suasana workshop saat sesi diskusi dan tanya jawab yang berjalan aktif dan produktif. |
MALANG- SMP Negeri 20 Kota Malang menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Workshop ini dilaksanakan Selasa (5/11) 2025 dengan peserta seluruh guru SMP N 20 Kota Malang, menghadirkan dua narasumber, Dr. Erna Yayuk, M.Pd dan Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si.
Materi workshop dijelaskan Dr. Erna Yayuk, M.Pd, meliputi pengembangan pembelajaran berbasis AI, mulai dari pemanfaatan media digital, penyusunan perangkat ajar inovatif, hingga strategi integrasi teknologi AI dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
![]() |
| Peserta menyimak dengan antusias pemaparan diskusi Pembelajaran mendalam. |
Selain itu, kegiatan ini juga ada sesi review produk pembelajaran (PP), dimana guru mempresentasikan dan merefleksikan perangkat ajar yang telah dikembangkan. Produk-produk tersebut kemudian dihimpun melalui platform Google Drive sebagai bank perangkat ajar sekolah yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan peer teaching dan praktik Lesson Study (LS) di kelas nyata, sehingga guru memperoleh pengalaman langsung dalam mengimplementasikan perangkat ajar serta mendapatkan umpan balik reflektif dari rekan sejawat.
![]() |
| Interaksi Peserta dengan Narasumber dalam Pembelajaran Mendalam. |
Di tempat sama, Kepala SMP Negeri 20 Kota Malang, Mastini, M.Pd, saat opening menyampaikan transformasi pembelajaran merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda. “Pembelajaran mendalam berbasis teknologi, khususnya AI, bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan nyata untuk membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, dan adaptif. Melalui workshop ini, kami ingin mendorong guru agar lebih berani berinovasi dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna di kelas,” ujarnya.
Melalui workshop ini, SMP Negeri 20 Kota Malang berharap tercipta budaya kolaborasi dan refleksi yang kuat di kalangan guru, sekaligus mendorong lahirnya praktik-praktik pembelajaran inovatif yang berdampak pada peningkatan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik. (erna/don)




0 Komentar