
Siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, menyimak pesan kepala sekolah.
MALANG – Judul tersebut adalah sepenggal kalimat motivasi dari Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, ustadz Munali, ST, M.Pd, ketika opening dalam upacara bendera (5/1) 2026 sebagai awal masuk sekolah setelah libur panjang nataru 2025 sekaligus mengawali pembelajaran di semester genap tahun ajaran 2025-2026.
Ustadz Munali mengharapkan momentum awal tahun ini sebagai semangat melaksanakan SE Kemendikdasmen untuk melaksanakan senam 7 kebiasaan anak, menyanyikan lagu hari baru dan upacara bendera. Semua dalam rangka memberikan semangat baru, di tahun baru 2026 serta di hari pertama sekolah semester genap.
![]() |
| Tahun 2026 siswa SMK Mutu Gondanglegi,siap membangun peradaban gemilang. |
Berbasis himbauan ini, ustadz Munali mengkolaborasikan program SMK Mutu Gondanglegi dengan SE Kemendikdas melalui kegiatan rutin Morning Spiritual Gatahering (MSG), untuk PTK SMK Mutu Gondanglegi, upacara di lapangan Tittanium Building SMK Mutu serta motivasi kepada peserta upacara dimana dirinya sebagai pembina upacara.
Welcome back to school and welcome back to starting learning activities, ucapan ustadz Munali menyapa siswa dan PTK ketika upacara. Ucapan terimakasih untuk semua wakil kepala sekolah beserta staf, guru, tendik, siswa yang sudah hadir, serta petugas upacara. Bahwa perlu di-ingat tidak lagi ada istilah hari libur dan istilah hari belajar di sekolah. Sebab ketika ada kata libur, maka siswa menjadi tidak ada kewajiban untuk belajar.
Ketika tidak berada di sekolah, para siswa tetap harus mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, pembelajaran yang diperoleh di sekolah yang sudah dilakukan bersama guru.
Pelajaran teori yang didiskusikan dengan guru, harus dilaksanakan ketika tidak berada di sekolah bersama guru. Misalnya kebiasaan sholat sunnah dhuha, sholat wajib berjama’ah yang dilaksanakan di sekolah harusnya mampu dilaksanakan ketika berada di rumah, ketika ke sekolah berangkat saat pagi, maka saat tidak ke sekolah harus tetap bangun pagi untuk beraktifitas di rumah dengan kegiatan yang ada di rumah, membantu pekerjaan orang tua atau yang lainnya.
Sebagai pimpinan SMK Mutu Gondanglegi, ustadz Munali juga memiliki hobi menulis ini mengingatkan siswanya jangan sampai terjebak dalam istilah, belajar ketika di sekolah, bekerja ketika di pabrik, iduka, atau libur ketika di rumah. Belajar dan bekerja adalah sebuah aktifitas yang selalu bersinggungan, bekerja sebagai tempat belajar untuk meningkatkan karya dari pekerjaan tersebut (karier).
Sebagai contoh ketika siswa PKL, mereka juga tidak boleh berhenti membaca tentang mata pelajaran di sekolah, karena sesungguhnya PKL (Praktek Kerja Lapangan) adalah penerapah segala ilmu teori yang sudah dibelajari di sekolah bersama guru. Rutinitas di industri pasti berbeda dengan rutinitas di sekolah, karena saat di sekolah jika terjadi kesalahan masih ada proses perbaikan, tetapi ketika di industri, saat terjadi kesalahan akan berakibat pada gagalnya produk yang dihasilkan.
![]() |
| Kepala SMK Mutu Gondanglegi, ustadz Munali, ST, M.Pd. |
Terhadap PTK (Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) ustadz Munali menekankan tidak boleh lagi ada pemisahan istilah ini pekerjaan, dan ini adalah ibadah. Karena sesungguhnya setiap pekerjaan yang dilakukan lakukan akan menjadi nilai ibadah, dan ketika pekerjaan kita tidak maksimal makan nilai kita di hadapan Allah menjadi tidak sempurna.
Perting di-ingat dalam Amal Usaha Muhamamdiyah (AUM), kerja kita adalah ibadah kita, dan setiap ibadah harus diniatkan dengan sungguh-sungguh, sekecil apapun kegiatan kita maka harus disiapkan dengan sebaik baiknya.
Semoga dengan semangat baru, semakin bersemangat para siswa, guru, orangtua siswa, iduka dalam menghadirkan kebersamaan di SMK Mutu Gondanglegi mencapai generasi emas 2045.
“Semoga buku Membangun Peradaban Gemilang yang sudah menjadi karya dari SMK Mutu Gondanglegi, dapat menjadi inspirasi untuk semua. Peradaban dimulai dari SMK Mutu Gondanglegi, generasi beradap, berilmu pengetahuan, menjadi kebanggaan keluarga, bagsa dan negara serta agama. Selamat kembali datang untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi dii SMK Mutu Gondanglegi,” tutur ustadz Munali yang pernah menempuh pendidikan di negara Jepang ini. (mnl/don)




0 Komentar