Subscribe Us

Tim Peneliti Hibah Riset RISPRO LPDP Invitasi-Dikdasmen PWM Jatim MoU, Lanjut FGD Analisis Kebutuhan sistem inovasi Layanan Literasi Inklusi Digital Berbasis Ekosistem Muhammadiyah

Penandatanganan MoU Pemanfaatan Hasil Riset antara tim peneliti Hibah RISPRO LPDP Invitasi UMM, Dalam hal ini Direktorat Sains dan Teknologi UMM dengan
Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur. 

MALANG – Tim Peneliti Hibah Riset RISPRO LPDP Invitasi yang diketuai oleh Assoc. Prof. Ni’matuzahroh, S.Psi, M.Si, Ph.D menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan sistem inovasi Layanan Literasi Inklusi digital berbasis ekosistem Muhammadiyah terpadu di GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tanggal 23 Mei 2026 lalu. Menurut Ni’matuzahroh, FGD menjadi upaya implementasi hasil penelitian dalam mendukung penguatan layanan pendidikan inklusif di sekolah.

Dijelaskan Ni’matuzahroh, opening FGD membahas pengembangan layanan pendidikan inklusif dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung ekosistem pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik. Materi yang disampaikan merupakan bagian dari diseminasi hasil penelitian yang telah dikembangkan melalui Hibah Riset RISPRO LPDP Invitasi.

Suasana penandatanganan MoU Pemanfaatan Hasil Riset antara tim peneliti Hibah RISPRO LPDP Invitasi UMM dalam hal ini Direktorat Sains dan Teknologi UMM dengan Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur.


Selain pemaparan hasil riset, kata Ni’matuzahroh, diskusi sebagai momentum penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pemanfaatan Hasil Riset antara tim peneliti Hibah RISPRO LPDP Invitasi UMM dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Dalam hal ini Direktorat Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Malang yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D bersama perwakilan Dikdasmen PWM Jawa Timur.

Kerja sama ini bertujuan memperluas pemanfaatan hasil penelitian dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai inovasi dan rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata sehingga memberikan manfaat langsung bagi sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua.

Suasana Focus Group Discussion Analisis Kebutuhan sistem inovasi Layanan Literasi Inklusi digital berbasis ekosistem Muhammadiyah terpadu.


Usai tanda tangan MoU, kegiatan dilanjutkan FGD untuk Analisis Kebutuhan Layanan Inklusi di Sekolah yang melibatkan akademisi, guru, kepala sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Fokus diskusi pada identifikasi kebutuhan layanan inklusi, tantangan implementasi di lapangan, serta pemetaan sistem layanan inklusi berbasis digital (SILLA MUTU) yang didesain untuk membangun sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah.

Hasil diskusi membuktikan bahwa sekolah sangat membutuhkan sistem inklusi digital yang berisi tentang berbagai informasi akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan produk dan rekomendasi hasil penelitian sehingga dapat diterapkan secara lebih efektif dalam mendukung pendidikan inklusif.

Foto bersama antara peserta FGD dengan tim peneliti dan nara sumber.


Ni’matuzahroh mengungkapkan melalui kegiatan ini tim peneliti berharap hasil riset yang telah dikembangkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan pendidikan inklusif yang ramah, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia. (tim peneliti hibah rispro lpdp invitasi umm)

Posting Komentar

0 Komentar