Subscribe Us

Inovasi Energi Hijau-Pakan Mandiri UMM Bangkitkan Kemandirian Pembudidaya Ikan Parangargo Malang

Tim pengabdi dosen UMM ketika menjelaskan inovasi energi hijau dan pakan mandiri kepada pembudidaya ikan Desa Parangargo.


MALANG — Upaya mewujudkan kemandirian pangan serta keberlanjutan energi desa menjadi perhatian akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Seperti yang dilakukan tim dosen UMM di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat). Program pengabdian masyarakat tahun ke-3 ini diketuai Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si.

Tim pengabdi dosen UMM bersama pembudidaya ikan Desa Parangargo menunjukkan kerjasama kemitraan. 


Menurut Prof Yus -begitu Yus Mochamad Cholily disapa- pengabdian masyarakat ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemenditisaintek). Selain dirinya tim pengabdi UMM juga melibatkan interdisipliner pakar seperti Dr. Machmud Effendy, ST, M.Eng, Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP, serta Subairi, ST, MT, IPM.

Para pakar dan tim pengabdi UMM ini sukses mengimplementasikan inovasi teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) berbasis Solar Cell serta diseminasi pembuatan pakan mandiri di Desa Parangargo. Program pemberdayaan komprehensif ini menaungi dua mitra di Desa Parangargo, Kelompok Budidaya Ikan Minaargo dan Kelompok Pakan Maaton. Langkah teknologis ini terbukti sangat efektif dalam menjawab tantangan mendasar pembudidaya ikan air tawar, terutama tingginya harga pakan komersial pabrikan dan tingginya ketergantungan pada daya listrik PLN.

Tim pengabdi dosen UMM menyerahkan alat untuk membuat pakan ikan mandiri kepada pembudidaya ikan Desa Parangargo.


Prof Yus Yus Mochamad Cholily menegaskan hasil implementasi inovasi teknologi RAS berbasis solar cell efektif menekan biaya pakan. Jika sebelumnya pembudidaya Parangargo menyerap 60 hingga 70 persen total operasional budidaya. Melalui penerapan sistem kolam sirkulasi bertenaga surya dan pemanfaatan pakan mandiri berprotein 30 persen hingga 32 persen berbasis bahan lokal, pengeluaran pakan berhasil ditekan hingga 40 persen hingga 50 persen sekaligus menghemat biaya listrik operasional kolam secara signifikan.

Menariknya Prof Yus Mochamad Cholily mengungkapkan inovasi RAS berbasis tenaga surya ini selain mendongkrak produktivitas, juga terbukti meningkatkan angka kelangsungan hidup (survival rate) ikan hingga 70 persen sampai 80 persen. Program pengabdian masyarakat ini juga sukses memperkuat hilirisasi berbagai produk olahan ikan (fillet, bakso, nugget, dan abon) yang dipasarkan secara digital demi memperluas jangkauan pasar lokal.

Tim pengabdi dosen UMM menyerahkan solar panel kepada pembudidaya ikan Desa Parangargo.


Di tempat berbeda, Pj. Kepala Desa Parangargo, Puji Harianto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas komitmen Kemenditisaintek dan UMM. Kolaborasi ini membawa dampak positif nyata terhadap kemandirian ekonomi, keberlanjutan energi hijau, serta kesejahteraan pembudidaya di Desa Parangargo. (tim pengabdi dosen umm)


Posting Komentar

0 Komentar