Subscribe Us

Mahasiswa KKN Berdampak 196 UMM Inovasi Papan Informasi Digital Berbasis QR Code Profil Desa Sukorejo

 

Mahasiswa KKN 196 UMM saat proses pemasangan papan informasi.



BOJONEGORO — Menarik program kerja (proker) mahasiswa KKN Berdampak kelompok 196 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten  Bojonegoro. Sebab dalam pelaksanaan tersebut mahasiswa KKN 196 UMM bersama Pemdes Sukorejo digitalisi program sekaligus profil Desa Sukorejo agar mudah diakses oleh warga setempat bahkan masyarakat lebih luas lagi.

Itulah yang disampaikan Koordinator KKN Berdampak 196 UMM, Adlin Daffa Al-Fadhil Nasution    disapa Adlin menyebutkan selama pelaksanaan proker KKN periode Juli-Agustus 2026 kelompoknya di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Arif Prasetyo Wibowo S.Pd, M.Pd, M.I.Pol. Harapannya melalui inovasi digital QR Code ini sebagai upaya memperkenalkan potensi desa, mulai dari sejarah, objek penting, hingga UMKM lokal.

“Kami berharap inovasi ini dapat diikutsertakan dalam Bojonegoro Innovation Award (BIA), ajang tahunan yang diselenggarakan Pemkab Bojonegoro untuk mendorong kreativitas dan inovasi di tingkat daerah,” ujar Adlin.

Dalam proses pembuatan papan informasi butuh sekitar dua pekan. Pengerjaan papan informasi dilakukan mahasiswa KKN 196 UMM bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Sukorejo. Proses dimaksud mencakup penyusunan informasi, penentuan konten, hingga penyesuaian lokasi pemasangan.

Kegiatan mahasiswa KKN 196 UMM inovasi papan informasi Desa Sukorejo. 

Dijelaskan Adlin, pemanfaatan QR Code upaya menghubungkan informasi pada papan dengan media digital. Sehingga masyarakat maupun pengunjung memperoleh informasi singkat serta akses informasi tambahan secara digital.

Di tempat berbeda, Kades Sukorejo, Meyke Lelyanasari, S.Pd, mengatakan salah satu konten papan informasi adalah sejarah Eyang Singonoyo sebagai titik penting desa dan beberapa pendukung lainnya. Sejarah Eyang Singonoyo tokoh babad Desa Sukorejo  sebagai pemuka agama Islam sekaligus pendiri Desa Sukorejo. Konten lainnya objek penting desa serta informasi UMKM potensi ekonomi masyarakat setempat.

Hasil musyawarh bersama mahasiswa KKN 196 UMM, kata Meyke Lelyanasari, penempatan papan informasi pada tiga lokasi, yakni Balai Desa Sukorejo, pusat perbelanjaan KDS, dan area makam Eyang Singonoyo. Sehingga keberadaan papan informasi mampu memperkenalkan potensi Desa Sukorejo kepada masyarakat secara lebih luas. Informasi mengenai sejarah, lokasi penting, dan UMKM diharapkan dapat mendorong masyarakat maupun pengunjung untuk mengenal serta mengunjungi berbagai potensi yang dimiliki desa.

Meyke Lelyanasari sangat apresiasi mahasiswa KKN 196 UMM ini dapat memberikan dampak pengembangan ekonomi lokal melalui pengenalan UMKM dan potensi sektor meubel. Mahasiswa KKN 196 UMM membantu memperkenalkan sejarah dan warisan leluhur Desa Sukorejo pada masyarakat luas.

"Harapan kami semoga program dari mahasiswa KKN UMM ini dapat meningkatkan kembali pendapatan desa, terutama pada sektor meubel," pungkas Meyke Lelyanasari. (tim mahasiswa kkn berdampak kelompok 196 umm)


Posting Komentar

0 Komentar