
Tampak warga Lombok Kulon ketika mencicipi produk ikan lele hasil olahan mahasiswa KKN 129 UMM.
BONDOWOSO - Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 129 memperkenalkan budidaya lele sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat Desa Lombok Kulon, Kabupaten Bondowoso. Program ini mengangkat pemenuhan kebutuhan protein sekaligus potensi sumber pangan yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Lele dipilih karena menjadi alternatif protein hewani dan
relatif dapat dibudidayakan dengan metode sederhana. Dalam sosialisasi,
mahasiswa mengenalkan tahapan budidaya mulai dari persiapan kolam, fermentasi
bahan, persiapan air, penebaran benih, pemeliharaan, hingga pemanfaatan hasil
olahan.
Salah satu metode yang diperkenalkan menggunakan bahan
organik lokal berupa 70 persen kotoran sapi, 15 persen sabut kelapa, dan 15
persen jerami padi sebagai media dasar kolam. Bahan tersebut difermentasi
dengan cairan biofarma dan ditempatkan secara berlapis. Kolam kemudian diisi
air hingga sekitar setengah bagian dan didiamkan sekitar empat hari hingga
berubah warna menjadi hijau sebelum benih lele dimasukkan.

Mahasiswa KKN 129 UMM bersama warga menunjukkan cara budidaya lele dengan cara sederhana.
Pemeliharaan dilakukan dengan menyesuaikan jumlah pakan
berdasarkan jumlah benih serta penambahan biofarma secara berkala. Dengan
metode tersebut, masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai budidaya lele yang
sederhana dan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Lele diproyeksikan dapat dipanen sekitar 45 hari setelah
mencapai ukuran sesuai target. Hasil panen kemudian
dapat diolah menjadi produk pangan bernilai jual sekaligus sumber makanan
bergizi pencegahan stunting bagi keluarga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan dari pembuatan media hingga pengelolaan lele, sekaligus mendorong pemanfaatan bahan lokal, budidaya di sekitar desa, dan pengembangan produk pangan yang memiliki nilai manfaat serta ekonomi. (tim mahasiswa kkn 129 umm)

0 Komentar